Momen Langka Berbagi Emas Di Ajang Olimpiade, Apakah Bisa?

Foto: topskor

Teknologi.idOlimpiade Tokyo yang masih diselenggarakan hingga 8 Agustus 2021 mendatang tentunya masih menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat dunia.

Tidak ketinggalan, berbagai keunikan yang hadir di tengah pertandingan. Salah satunya terjadi pada cabang oahraga lompat tinggi.

Dikutip dari kompas.com sportivitas luar biasa diperlihatkan dalam final lompat tinggi putra Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (1/8/2021) lalu.

Pelompat tinggi asal Qatar, Mutaz Essa Barshim, berbagi medali emas dengan sang rival Gianmarco Tamberi (Italia).

Mutaz Essa Barshim dan Gianmarco Tamberi awalnya menorehkan tinggi lompatan serupa dalam final yang berlangsung di Stadion Olimpiade itu.

Adapun lompatan tertinggi Barshim dan Tamberi adalah 2,37 meter yang membuat mereka menjadi dua pelompat teratas di final. Hasil tersebut membuat mereka harus kembali bertanding di lompatan yang lebih tinggi. 

Barshim dan Tamberi kemudian beradu lompatan di mistar setinggi 2,39 meter dengan masing-masing diberikan tinggi tiga kesempatan. Namun, mereka tidak mampu melompat dengan tinggi 2,39 meter yang merupakan rekor Olimpiade ini.

Satu kesempatan lagi diberikan kepada kedua atlet itu, tapi Gianmarco Tamberi menarik diri dari upaya terakhir karena mengalami cedera di bagian kakinya.

Setelah itu, mereka mendatangi ofisial Olimpiade, lalu Barshim seketika memberikan pertanyaan mengejutkan soal kemungkinan berbagi medali emas.

“Apakah emas dapat dibagi di antara kami berdua jika saya mundur dari upaya terakhir?” tanya Barshim saat punya kans untuk memenangi emas sendiri.

https://twitter.com/CBCOlympics/status/1421813836521291780?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1421813836521291780%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_c10&ref_url=https%3A%2F%2Fpublish.twitter.com%2F%3Fquery%3Dhttps3A2F2Ftwitter.com2FCBCOlympics2Fstatus2F1421813836521291780widget%3DTweet

Lalu, pihak official Olimpiade mengkonfirmasi bahwa hal tersebut bisa dilakukan. “Ya, maka emas akan dibagi di antara kalian berdua,” kata sang petugas Olimpiade itu.

Mutaz Essa Barshim tak berpikir panjang dan langsung menarik diri sehingga dia bersama Gianmarco Tamberi meraih medali emas.

Mengetahui keputusan tersebut, Tamberi langsung memeluk Barshim, lalu berselebrasi dan berteriak di sekitar lintasan. Barshim pun juga turut meluapkan keberhasilannya meraih emas di Tokyo 2020.

Bagi Tamberi, momen ini sangat istimewa karena dia sempat menderita cedera yang mengancam kariernya dan membuatnya absen di Rio 2016.

Namun, atlet yang kini berusia 29 tahun itu tak menyerah dan berjuang untuk kesembuhannya sehingga bisa mentas di Olimpiade Tokyo.

Barshim dan Tamberi sendiri dikenal memiliki hubungan pertemanan baik di dalam maupun di luar olahraga. “Dia salah satu teman terbaik saya. Tidak hanya di track tapi di luar track,” kata Barshim kepada Associated Press.

“Kami hampir selalu bersama. Semangat sejati, semangat olahragawan, datang ke sini dan menyampaikan pesan ini,” tandasnya.

Sementara itu, momen mengharukan tersebut begitu diapresiasi berbagai pihak karena memperlihatkan sportivitas luar biasa. 

Begitulah momen langka berbagi medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

(zf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *