Ini yang Terjadi jika Manusia Tidak Tidur 74 Jam

Foto: Alodokter

Teknologi.id – Pernah susah tidur ataubahkan tidak tidur seharia?
Lalu bagaimana jadinya jika manusia tidak tidur berhari-hari?

Ilmuwan telah meneliti dan efeknya
akan sangat mengerikan. Dalam keadaan ekstrem, kurang tidur pada akhirnya dapat
menyebabkan kematian.

Kurang tidur kronis menempatkan
kita pada peningkatan risiko untuk kondisi medis yang serius, seperti obesitas,
penyakit jantung, dan diabetes.

“Sebagai masyarakat, sebagai
keluarga dan individu, kita belum sepenuhnya menghargai pentingnya tidur,”
kata Terry Cralle, RN, pakar tidur klinis di Fairfax, Virginia, dikutip dari
Detik hari Rabu 04 Agustus 2021.

“Tidur, bersama dengan pola
makan dan olahraga, merupakan dasar kesehatan yang baik,” sambungnya sebagaimana
ditulis Everyday Health.

Ini dia tahapan yang terjadi
ketika manusia benar-benar tidak tidur selama berhari-hari:

TAHAP 1

Baca juga: Benarkah Blue Filter Dapat Meningkatkan Kualitas Tidur?

24 Jam Tidak Tidur – Gangguan
Koordinasi, Memori, dan Pengambilan Keputusan

Konsekuensi kurang tidur pada 24
jam sebanding dengan gangguan kognitif seseorang dengan kandungan alkohol dalam
darah 0,10%, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International
Journal of Occupational Medicine and Environmental Health.

“Penilaian terpengaruh,
memori terganggu, ada penurunan dalam pengambilan keputusan, dan penurunan
koordinasi mata-tangan,” jelas Cralle.

“Anda lebih emosional,
perhatian menurun, pendengaran terganggu, dan ada peningkatan risiko kematian
akibat kecelakaan fatal,” ujarnya.

TAHAP 2

36 Jam Tidak Tidur – Kesehatan
Fisik Terganggu dan Berdampak Buruk

Sekarang kesehatan Anda mulai
terancam. Tanda adanya tingkat inflamasi tinggi ada dalam aliran darah, kata
Cralle, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular dan
tekanan darah tinggi. Selain itu, hormon terpengaruh – emosi Anda bisa kacau
balau.

Scott Kelley, seorang veteran
pernah mengalami kondisi terjaga di tengah situasi perang. Dia terjaga 36 jam
tanpa tidur, kepalanya mulai terasa tidak enak.

Gejalanya mirip seperti mengalami
dehidrasi, dan dia mulai kehilangan motivasi. Ia bahkan mudah lupa dengan
kejadian yang baru saja ia alami.

TAHAP 3

Baca juga: Cuma Disuruh Tidur Dibayar Rp28 Juta, Mau?

48 Jam Tidak Tidur – Microsleep
dan Disorientasi

Setelah dua hari tidak tidur,
Cralle menjelaskan bahwa tubuh mulai mengkompensasi dengan microsleep, tertidur
sekian detik hingga setengah menit dan biasanya diikuti oleh periode
disorientasi.

“Orang yang mengalami
microsleep tertidur terlepas dari aktivitas yang mereka lakukan,”
jelasnya. Microsleeps mirip dengan orang yang pingsan.

Selain itu, Kelley juga pernah
mengalaminya di mana ia sulit untuk fokus dan secara tidak sadar memandang ke
arah depan untuk mempertahankan kesadaran dirinya.

TAHAP 4

Pada 72 Jam: Defisit Kognitif
Major dan Halusinasi

Tidak tidur 74 jam? Tidak bisa
dibayangkan. Akan tetapi kalau ingin tahu apa yang terjadi, akan ada defisit
yang signifikan dalam konsentrasi, motivasi, persepsi, dan proses mental lain
yang lebih tinggi setelah berjam-jam tanpa tidur.

Kelley mengatakan berbicara
santai pun bisa sangat melelahkan. Kelley mulai halusinasi. Kelley ingat saat
dia bertugas jaga dan berulang kali melihat seseorang berdiri dengan senapan di
hutan, siap menyelinap ke kamp. Setelah diperiksa lebih dekat, itu hanya
ranting dan bayangan.

Insomnia, sleep apnea, sindrom
kaki gelisah, teror malam, berjalan dalam tidur, dan masalah lain dapat
memengaruhi tidur.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *