Ini Alasan Harga Laptop Chromebook Lokal untuk Pelajar Mahal

Foto: Lifehack

Teknologi.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Nadiem Makarim mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan dana senilai Rp2,4
triliun untuk membeli 240.000 laptop produk dalam negeri (PDN).

Pengadaan peralatan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) itu merupakan bagian dari program digitalisasi
sekolah.

Nantinya perangkat ini akan
dibagikan ke sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik formal maupun
nonformal.

Untuk pemilihan produk dan merek
dari masing-masing kebutuhan merujuk pada pilihan yang ada pada e-katalog LKPP.

Perangkat Chromebook yang ada di
e-katalog itu rata-rata dijual dengan harga Rp6 jutaan. Padahal, Chromebook
dengan spek sejenis yang sesuai dengan syarat dari Kemendikbudristek, dijual di
beberapa marketplace dengan harga lebih murah.

Baca juga: Ini Kekurangan Chrome OS Dibandingkan Windows untuk Laptop

Kebanyakan Chromebook tersebut
dijual dengan harga kisaran Rp4 jutaan. Selain lebih murah, kebanyakan
Chromebook itu punya fitur tambahan atau spek lebih baik, seperti RAM/storage
lebih besar, layar yang bisa diputar 180 derajat dan juga punya layar sentuh.

Namun Axioo dan Zyrex punya
jawaban atas selisih harga yang cukup tinggi ini. Keduanya punya jawaban yang
senada, dan jika disimpulkan, selisih harga yang tinggi itu terjadi karena tiga
hal berikut.

  • Pembelian perangkat lunak Chrome
    Device Management, yang berfungsi agar Kemendikbudristek bisa mengontrol
    perangkat tersebut secara terpusat.
  • Biaya pengiriman, yang tak cuma
    ke kota-kota besar, melainkan juga ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar
    (3T).
  • Jasa pelatihan dan instalasi.

“Ini adalah tahun pertama
untuk banyak sekolah dalma memakai Chrome OS dan Chrome Education Upgrade. Jadi
dari pihak sekolah pasti perlu pelatihan dan jasa instalasi yang akan di
lakukan dari pihak reseller,” ujar Irna Andriana, Marketing Communication
Axioo, dikutip dari detikINET.

Baca juga: Harga 8 Merk Laptop Chrome OS yang Cocok untuk Pelajar

Sementara itu Timothy Siddik, CEO
Zyrex, menjelaskan bahwa harga produknya yang ada di e-katalog LKPP adalah
harga tertinggi. Menurutnya, harga saat transaksi bisa saja lebih rendah dari
harga yang dipajang.

Timothy pun menegaskan biaya
pengiriman ke daerah 3T yang juga berdampak pada harga produk yang dipajang di
e-katalog. Juga software Chrome Device Management.

Ia juga mengeluhkan harga komponen laptop yang mengalami
kenaikan drastis akibat kelangkaan chip yang terjadi secara global.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *