Artificial Intelligence (AI), Teknologi Masa Depan Manusia?

“Nothing
Impossible, Impossible is nothing” sebuah ungkapan yang berlaku dalam dunia
teknologi.

Hari ini, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan
buatan menjadi bahan diskusi paling popular yang banyak dibahas di kalangan
teknologi dan bisnis. Banyak pendapat dari para ahli dan analisis indutri yang
mengatakan bahwa AI adalah teknologi masa depan.

Artificial Intelligence (AI) adalah sebuah bidang ilmu
yang digunakan untuk membuat hidup manusia lebih baik dari masa ke masa. Upaya ini
dilakukan dengan memberikan kecerdasan pada mesin supaya dapat berpikir
seolah-olah seperti manusia. Mesin AI ini mampu memahami bahasa manusia secara
natural, mengenali wajah dalam foto, mengemudikan kendaraan, atau menerka buku
apa yang kita mungkin sukai berdasarkan buku-buku yang telah dibaca
sebelummnya.

Pernahkah anda membayangkan bisa berbicara dengan komputer
atau ponsel? Hari ini, teknologi itu suda ada di depan mata. Sejumlah perusahaan
telah menciptakan produk teknologi berbasisi AI. Tak hanya dalam bidang industri
IT, tetapi juga digunakan pada bidang lain, seperti bisnis, media, pendidikan,
dan lainnya.

Misalnya, industri otomotif yang mengadopsi teknologi
Ai. Tesla, mobil canggih yang bisa
mengemudi sendiri. Contoh lain di industri gadget atau smartphone, Apple
menciptakan Siri sebagai asisten
pribadi virtual pada iPhone dan iPad.

Sebenarnya, di dunia teknologi, AI bukanlah sesuatu
yang baru. Konon, AI sudah mulai diciptakan manusia sejak abad ke-17 oleh para
ilmuwan matematika dunia. Namun dorongan untuk mempelajari lebih jauh tentang sistem
kecerdasan buatan ini terjadi di era tahun 1950-an. Ini seiring dengan
dimulainya pengembangan komputer elektronik dan stored program di era tahun
sebelumnya.

Dari tahun ke tahun teknologi AI mengalami peningkatan
serta pengembangan yang menjadikannya sangat dibutuhkan di masa depan. Pada akhir
dekade ini, mungkin penggunaan AI sudah menjadi umum di lingkungan sekitar
kita: mobil tanpa penegmudi, ramalan cuaca yang sangat akurat, atau bahkan
robot yang dapat mendeteksi adanya potensi terorisme.

Lalu akankah AI dapat menggantikan peran manusia ?

Dalam penerapannya, AI akan menciptakan
pekerjaan-pekerjaan baru untuk manusia, yang bahkan saat ini belum tersedia. Lalu
jawaban atas pertanyaan, apakah AI akan menggantikan peran manusia? Tentu
tidak.  Teknologi AI masih membutuhkan peran
manusia, bukan menggantikan manusia.

Dilansir dari laman Nagitec, Haris Izmee, Presiden
Direktur Microsoft Indonesia mengatakan bahwa pusat dari AI adalah manusia.
Teknologi berbasis AI dirancang untuk melakukan pekerjaan yang menghambat produktivitas
manusia seperti pekerjaan yang bersifat repetitif.

“Bagi Microsoft, AI adalah tentang meningkatkan
kecerdikan manusia, bukan menggantikan manusia secara keseluruhan. AI sebagai instrument
yang akan mendorong manusia untuk mampu mencapai lebih, melalui
keterampilan-keterampilan baru yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan
teknologi tersebut,” tegas Haris.

(DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *