Penambangan Crypto Ditenaga Pupuk Sapi? Bacalah Disini

Foto: BBC

Teknologi.id– Menurut infosec insights, istilah penambangan kripto
(cypto mining) berarti memperoleh mata uang kripto dengan memecahkan persamaan
kriptografi melalui penggunaan komputer. 
Proses ini melibatkan validasi blok data dan menambahkan catatan
transaksi ke catatan publik (buku besar) yang dikenal sebagai blockchain.

Sebagai hasil kerja, para
investor bisa meraih nilai crytpo seperti dalam Bitcoin, Dogecoin, Ethereum.
Namun, cypto mining telah diperingatkan sebagai ancaman bagi lingkungan
oleh para ilmuwan.  ini karena jumlah
daya yang dikonsumsi.

Dikutip dari the balance, jaringan
bitcoin pada tahun 2020 mengkonsumsi 120 gigawatt (GW) per detik.  Ini dikonversi menjadi sekitar 63
terawatt-jam (TWh) per tahun. Menurut the Guardian, satu transaksi bitcoin
memiliki jejak karbon yang sama dengan 680.000 transaksi Visa atau 51.210 jam
menonton YouTube.

Inovasi yang dilakukan pengusaha Inggris
untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan kotoran sapi. Josh
Riddett yang berbasis di Inggris, yang memulai Easy Crypto Hunter pada tahun
2017 di Manchester, telah mengukir ceruk penjualan peralatan petani yang
ditenagai oleh energi terbarukan seperti pencernaan anaerobik, yang mengubah
kotoran hewan menjadi energi.

Menurut Market Watch, alat yang biasanya
dijual adalah seharga £18.000 ($25.000) dan memiliki rata-rata sekitar £30.000
dalam laba tahunan selama periode tiga tahun.
Petani dengan sumber
energi alternatif seperti pencernaan anaerobik dapat memperoleh hingga 10 kali
lipat dari apa yang mereka jual ke perusahaan listrik dengan menjalankan mesin
penambangan kripto saja.

SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *