China Ekspor Banyak Vaksin Covid-19, Ada Kepentingan Lain?

Foto: Global Times

Teknologi.id – China menjadi salah satu negara eksportir vaksin Covid-19
terbanyak di dunia.

Bahkan memiliki markas produsen
vaksin seperti Sinovac, Sinopharm, dan Cansino yang telah fokus untuk
mendistribusikan vaksinnya kepada negara-negara berkembang.

Namun pemberian vaksin ini sempat
mendapat kecaman dari kubu Amerika Serikat (AS) dan sekutunya seperti Prancis
dan Jerman.

Mereka menganggap bahwa China dan
Rusia menggunakan vaksin mereka sebagai alat untuk memenangkan pengaruh
geopolitik.

Laporan ini diperparah dengan
pemberitaan bahwa Beijing sedang mengancam Ukraina untuk memblokir pengiriman
yang direncanakan setidaknya 500 ribu dosis jika Kiev tetap setuju memberikan
akses kepala Hak Asasi Manusia PBB ke Xinjiang.

Baca juga: Cegah Surat Vaksin dan PCR Palsu, ini Langkah Pemerintah

Menanggapi isu vaksin Ukraina, juru
bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan bahwa tuduhan ini keliru
dan pembatalan dalam perikatan dengan Kiev secara legal mungkin terjadi.

“Tidak ada perikatan dalam
perjanjian pengiriman itu,” ujarnya, dikutip dari CNBC Indonesia hari
Senin 02 Agustus 2021.

Zhao juga mengatakan vaksin
Covid-19 bukanlah alat untuk kepentingan politik. Ia juga mengatakan China
telah mengirim lebih dari 700 juta dosis vaksinnya ke luar negeri.

Baca juga: Warga RI Rela Terbang Ke AS Untuk Vaksin, Kenapa?

“Kami telah membantu lebih
dari 100 negara menyelamatkan nyawa dan memerangi pandemi tanpa syarat politik
apa pun. Jika ini dianggap sebagai diplomasi vaksin, ini sangat populer dan
menjadi kepentingan bersama masyarakat internasional,” katanya .

Selain itu, Zhao menyebut bahwa
Presiden Xi Jinping memiliki komitmen untuk membantu pemulihan Covid-19 di
beberapa negara berkembang dengan dana sebesar US$ 3 miliar atau setara Rp 52
triliun.

Ia mengklaim bahwa ekspor vaksin
Covid-19 buatan China jauh lebih tinggi di atas pengiriman negara-negara
seperti negara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

“Ekspor vaksin China 227%
lebih banyak dari ekspor vaksin Eropa, dan 84 kali lebih tinggi dari sumbangan
AS.”

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *