Mengenal Geohidrometeorologi, Bencana yang Disebut Jokowi

Foto: Wallpaper Cave

Teknologi.id – Presiden Jokowi baru-baru
ini menyebut bahwa bencana geohidrometeorologi di Indonesia meningkat
signifikan setiap tahunnya. Kondisi cuaca pun banyak dipengaruhi perubahan
iklim dan multibencana terjadi di waktu yang bersamaan.

“Negara kita Indonesia ini
memiliki risiko bencana geohidrometeorologi yang tinggi. Jumlah kejadian
bencana geohidrometeorologi meningkat signifikan setiap tahunnya,” ucap
Jokowidalam acara Rakorbangnas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG).

Namun, masih banyak di antara kita
yang belum mengetahui, ap aitu geohidrometeorologi yang disebut oleh Presiden
Jokowi?

Melansir dari National Geographic, bencana
hidrometeorologi pada dasarnya adalah bencana yang disebabkan oleh
parameter-parameter meteorologi.

Parameter meteorologi tersebut di
antaranya suhu, tekanan, curah hujan, angin, kelembapan, dan yang lainnya.
Contoh bencana ini meliputi banjir, kekeringan, badai, dan tanah longsor.

Baca juga: 7 Teknologi Anti Banjir Ini Mungkin Bisa Selamatkan Jakarta

Meningkatnya bencana hidrometeorologi
juga dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan yang disebabkan ulah manusia atau antropogenik
serta faktor perubahan iklim. Terkait dengan banjir, longsor, dan puting
beliung, penyebab dominannya lebih ke antropogenik.

Tindakana eksploitasi lingkungan dan
sumber daya alam, perluasan lahan, serta perubahan fungsi hutan menjadi
perkebunan atau sawah pertanian dan permukiman tanpa diikuti kaidah-kaidah
konservasi tanah dan air lah yang menyebabkan bencana alam menjadi lebih sering
terjadi.

Dan tak hanya banjir dan longsor saja,
kepadatan penduduk juga menjadi penyebab perubahan tekanan udara sehingga
berpeluang terjadi angin puting beliung akibat udara yang bergerak dari daerah
bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.

Melansir Global Humanitarian Forum,
bencana hidrometeorologi ini akan menjadi ancaman terbesar manusia di masa
depan. Terlebih, adanya pemanasan global juga turut berdampak pada
menghangatnya suhu dan mencairnya es di kutub.

Masalah perubahan iklim saat in imenjadi
penyebab meningkatnya bencana hidrometeorologi karena perubahan iklim telah
mempengaruhi terjadinya perubahan sifat hujan dan cuaca. Tak hanya polanya,
tapi intensitas, durasi, dan sebaran curah hujan juga berubah.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *