Mendali Tokyo Olympics 2020 dari tumpukan elektronik "bekas"


Foto : tekno.kompas.com

Teknologi.id. Sejak diselenggarakan Tokyo Olympics pada 23 Juni 2021 di Tokyo, Jepang,  menjadi pusat perhatian dunia
hingga saat ini. Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan bagi para delegasi untuk berlaga. Sekitar 11 ribu perwakilan
atlet yang bakal memberikan prestasi yang membanggakan bagi negaranya.   

Serba-serbi dari pegelaran Olimpiade Musim Panas terbesar  tidak kalah menarik untuk diikuti. Dimulai dari
deretan teknologi canggih, podium yang terbuat dari plastik pasca pemakaian,
kasur yang terbuat dari bahan politen yang nantinya bisa digunakan kembali
untuk produk plastic dan ada mendali Tokyo Olympics yang terbuat dari kumpulan “sampah”
elektronik.

Mendali Tokyo Olympics 2020  yang terbuat dari kumpulan sampah
elektronik  dengan berat mencapai kisaran
80.000 ton. Pengumpulan limbah elektronik merupakan sumbangan dari seluru
masyarakat Jepang.

Dikutip dari Kompas.com. Kumpulan elektronik-elektronik tersebut terdiri
dari laptop dan jutaan ponsel bekas yang sebelumnya telah dikumpukan dari April
2017 hingga Maret 2019.

Aneka barang-barang elektronik
bekas itu terdiri dari berbagai macam perangkat seperti laptop, termasuk juga
6,21 juta ponsel bekas yang diberikan oleh jaringan toko NTT Docomo di seantero
Negeri Sakura. Dari pengolahan puluhan ribu ton limbah elektronik itu, komite
penyelenggara berhasil mengumpulkan emas sebanyak 32 kg, perak 3.500 kg, dan
perunggu 2.200 kg. Jumlah tersebut cukup untuk membuat sebanyak 5.000 medali
emas, perak, serta perunggu.

Spesifikasi Mendalii

Diameter : 85 milimeter

Ketebalan bagian tertipis : 7,7 milimeter

Ketebalan paling tebal : 12,1 milimeter

Berat mendali emas sekitar 556 gram

Berat mendali perak sekitar 550 gram

Berat mendali perunggu sekitar 450 gram 

(dk)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *