Jangan Beli Saham Kalau Belum Tau Hal Ini!

Apakah sobat Teknologi.id pernah mendengar ada yang bilang “Jangan investasi saham karena saham itu judi.”? Berinvestasi saham memang seperti judi kalau sobat Teknologi.id memilih saham sekedar iseng-iseng saja, hanya memilih sembarang dan berharap mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Padahal saham ada ilmunya loh, kita dapat melakukan kalkulasi terhadap risiko yang kita ambil agar dapat menentukan saham mana yang sebaiknya kita beli.

Teknik analisa yang digunakan oleh para investor untuk menentukan saham mana yang akan mereka beli dengan cara meninjau laporan keuangan dan rasio keuangan suatu perusahaan disebut analisis fundamental. Berikut kita akan membahas beberapa istilah penting dalam analisa fundamental perusahaan yang bisa sobat Teknologi.id perhatikan sebelum membeli saham.

  1. Earning Per Share(EPS)

Earning Per Share merupakan salah satu rasio yang digunakan investor untuk melihat laba yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap lembar saham. Idealnya kita menginginkan perusahaan yang nilai EPS-nya naik setiap tahunnya karena itu berarti laba perusahaan terus meningkat dan perusahaan bertumbuh dengan baik.

  1. Price to Earning Ratio(PER)

Price to Earning Ratio merupakan rasio yang dapat digunakan untuk melihat seberapa tinggi suatu saham jika dibandingkan dengan laba yang dihasilkan per lembar saham(EPS). PER juga dapat indikator seberapa mahalnya harga dari suatu saham, misalnya PER 2x berarti harga saham dua kali lipat lebih mahal dibandingkan laba yang dihasilkannya. Biasanya PER senilai 10-15x dianggap masih wajar, bahkan 20x pun wajar jika nilainya lebih kecil dibandingkan perusahaan kompetitor.

  1. Price to Book Value(PBV)

Price to Book Value merupakan rasio harga saham di pasar modal dengan nilai buku dari suatu perusahaan. Nilai buku juga bisa diartikan sebagai nilai jual sesungguhnya dari perusahaan jika suatu saat nanti dilikuidasi atau dibangkrutkan. Nilai PBV yang rendah sering dicari oleh para investor untuk mengidentifikasi saham yang undervalued. 

  1. Return On Equity(ROE)

Return On Equity merupakan rasio yang sering digunakan untuk menilai efisiensi dari manajemen perusahaan untuk menghasilkan modal sendiri dari yang telah diberikan oleh para investor. Dalam menganalisa ROE kita akan membandingkan nilainya dari tahun per tahun, idealnya kita menginginkan nilai ROE yang meningkat karena artinya perusahaan terus berkembang.

  1. Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio adalah rasio yang dapat digunakan untuk melihat berapa besar utang yang dimiliki perusahaan dibandingkan total ekuitasnya. Dari nilai DER ini kita dapat mengukur seberapa besar risiko perusahaan. Nilai DER yang semakin kecil akan semakin baik(<1) karena berarti utang perusahaan masih dalam batas toleransi

  1. Dividend Yield

Dividend Yield merupakan rasio dividen yang didapatkan per lembar saham dibagi dengan harga saham. Rasio ini menunjukkan seberapa besar keuntungan yang akan dibagikan perusahaan kepada investor. Tentunya nilai dividend yield yang semakin tinggi akan semakin baik, tetapi sewajarnya akan dibenchmark oleh para pemegang saham sebesar 3%.

Sekian pengenalan singkat terhadap analisa fundamental, jangan berhenti untuk terus menggali ilmu ya sobat Teknologi.id! Langkah yang paling penting untuk diambil adalah berani memulai, ayo share pembelian sahammu di instagram dan tag @teknologi.id ya!

Beli Saham Cepat dan Mudah Pada Aplikasi IPOT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *