5 Kejahatan dan Penipuan Terkait Olimpiade Tokyo 2020

Foto: Rodney Davis

Teknologi.id – Olimpiade Tokyo 2020 sudah digelar dengan meriah.
Banyak penggemar yang menantikan setiap pertandingan yang digelar.

Penggemar olahraga tak boleh
lupa, pelaku kejahatan siber tidak pernah kehabisan akal dalam memanfaatkan
euforia menonton Olimpiade Tokyo 2020, dengan meluncurkan skema penipuan
online.

Para peneliti menemukan ada
berbagai skema penipuan untuk menjerat korban. Ada pun berbagai skema tersebut
mulai dari halaman palsu yang menawarkan streaming, penjualan tiket palsu,
hadiah penipuan, hingga uang virtual (token) Olimpiade 2020 palsu.

Berikut 5 kejahatan dan penipuan
terkait Olimpiade Tokyo 2020 yang dilansir dari Liputan6

1. Live Stream

Foto: Suara

Makin banyaknya penonton yang
berpindah dari stadion ke online membuat ahli Kaspersky menemukan berbagai
halaman phishing yang menawarkan streaming Olimpiade 2020.

Beberapa dari halaman phishing
ini meminta pengguna mendaftar sebelum menonton. Setelah itu pengguna
memasukkan kredensial dan malah diarahkan ke halaman yang mendistribusikan file
berbahaya yang berbeda.

Selain menginstal malware di
perangkat melalui file tersebut, pengguna juga diminta mengirimkan informasi
identitas pribadi ke tangan yang tak dapat dipercaya.

Dari situ scammers mulai
menggunakan data pribadi untuk tujuan berbahaya, bahkan menjualnya di dark web.

2. Tiket Palsu

Foto: Wix

Baca juga: Deretan Teknologi Canggih di Olimpiade Tokyo 2020

Meski tidak ada acara yang
diadakan secara langsung, penipu online tetap tak berhenti mencoba
peruntungannya. Skema ini pun cukup efektif karena ketidaktahuan penggemar
olahraga.

Misalnya, dengan menjual tiket
acara offline. Pakar Kaspersky juga menemukan halaman yang menawarkan
pengembalikan uang (refund) untuk tiket yang sudah dibeli.

3. Entitas Terkait Olimpiade

Foto: Trend Micro News

Pakar Kaspersky juga menemukan
beberapa contoh halaman phishing yang disamarkan sebagai halaman resmi untuk
Olimpiade 2020 dan halaman yang meniru Komite Olimpiade Internasional.

Halaman peniru International
Olympic Committee misalnya, mengumpulkan kredensial layanan MS pengguna.

4. Hadiah

Foto: The Logical Indian

Baca juga: Jepang Hindari Penyakit Pakai Alat ini di Olimpiade Tokyo

Kaspersky menyebut, tidak ada
perhelatan publik besar tanpa scammers yang memberi iming-iming hadiah palsu
terkait acara.

Para ahli Kaspersky juga
menemukan halaman phishing yang menawarkan untuk memenangkan televisi.

Skema semacam ini cukup populer
dan skema umumnya, para pengguna yang menjadi pemenang beruntung, hanya perlu
membayar biaya pengiriman.

Tentu saja, hadiah TV tak akan
pernah sampai ke pengguna yang tertipu.

5. Token Pertandingan Olimpiade

Foto ilustrasi: Bristol Live

Terakhir, peneliti menemukan mata
uang virtual pertama yang merupakan dana dukungan untuk atlet Olimpiade.
Tentunya ini merupakan dana dukungan palsu.

Scammer mengungkap, ini merupakan
upaya mendukung olahragawan berbakat yang membutuhkan dukungan finansial di
seluruh dunia. Para pengguna diajak berpartisipasi dengan melakukan pembelian
token.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *