Cara Menjadi UX Designer Mobile Apps


Sagara Technology – Dengan tangkas, proses desain dan pengembangan dilakukan “kecil” dan berulang. Ini memberikan banyak manfaat. Untuk menjadi UX designer dalam proyek agile, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Komunikasi yang baik dalam pengembangan aplikasi
2. Mulai mendesain sebelum pengembangan Mobile Apps dimulai
3. Tetap melakukan riset pengguna sambil berjalan gesit dalam pengembangan aplikasi
4. Bekerja dengan tim pengembang seluler dan lainnya dalam pengembangan aplikasi
5. Mengetahui beberapa hal teknis sebagai UX designer untuk mendukung pengembangan

Komunikasi yang Baik dalam Pengembangan Aplikasi
Menjaga komunikasi yang baik dengan semua anggota tim, seperti pemilik produk, pengembang, klien, hingga pengguna akhir, sehingga semua yang dibutuhkan dan detail pekerjaan jelas. Komunikasi ini juga diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antar anggota tim.

Mulai Merancang Sebelum Pengembangan Mobile Apps Dimulai
Proses desain dapat dimulai 1-2 sprint sebelum pengembangan aplikasi mobile dimulai. Hal ini agar semua aspek memiliki bayangan yang jelas sejak awal. Lebih baik lagi, lakukan tahap Design Thinking atau Discovery & Co-Creation sebelum pengembangan mobile apps atau pengembangan lainnya. Dengan proses ini, masalah yang perlu diselesaikan dengan aplikasi akan lebih jelas dan dipersiapkan dengan baik, dan efektif. GITS Indonesia juga membuka layanan Discovery Co-Creation untuk pra-pengembangan.

Terus Lakukan Riset Pengguna Saat Menjalankan Agile dalam Pengembangan Aplikasi
Meskipun timeline kerja saat Agile terasa padat, riset pengguna adalah penting. Idealnya, setiap dua minggu sekali. Hal ini agar aplikasi tidak berkembang ke arah yang kurang sesuai bagi pengguna atau bisa sulit digunakan oleh pengguna sasaran. Namun, hal-hal tersebut sebenarnya juga bisa diminimalisir dengan melakukan tahap Design Co-Creation di pra-pengembangan.

Bekerja dengan Tim Pengembang Seluler dan Lainnya dalam Pengembangan Mobile Apps
“Bersama” di sini berarti mengkomunikasikan ide desain dengan tim (pemilik produk, pengembang, dan lainnya). UX designer perlu melakukan ini karena mungkin ada pandangan berbeda atau ide lain yang dapat diterapkan.

Mengetahui beberapa hal teknis sebagai UX designer untuk mendukung pengembangan
Untuk UI designer dan UX designer, mengetahui komponen yang biasanya digunakan pengembang dalam kode mereka dapat membantu desainer memahami batasan dan desain yang dapat diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *