Cerdas dalam Menggunakan Teknologi Digital


Sagara Technology – Perkembangan digital yang begitu pesat membuat penyerapan tenaga kerja berkurang, terutama pada kegiatan padat karya. Di sisi lain, kemajuan teknologi informasi membuka banyak peluang bisnis baru. Inilah tantangan bangsa dalam menyambut bonus demografi. Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen atau pengguna pasif, melainkan harus mempersiapkan diri sebagai penemu bisnis baru di bidang teknologi informasi dan menggunakannya untuk tujuan produktif.

Pertumbuhan penduduk di Indonesia dalam hal keterampilan dan literasi teknologi

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan penduduk di Indonesia akan terus meningkat hingga pada tahun 2035 jumlah penduduk diprediksi mencapai 305,6 juta orang, 70 persen di antaranya merupakan usia produktif. Dengan jumlah SDM yang mumpuni dalam hal skill dan literasi teknologi, bangsa ini benar-benar akan mendapatkan bonus.

Modal sudah di tangan. Saat ini, Indonesia bukanlah negara yang tertinggal dalam hal teknologi informasi. Soal kepemilikan gadget terbaru, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Masyarakat kita yang masih terlena dengan fashion selalu mengikuti perkembangan alat-alat produksi terkini.

Soal kemampuan menguasai teknologi, kita tidak ketinggalan di negara lain. Salah satu contohnya adalah informasi dari Security Incident Response Team on Internet Infrastructure yang menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan jumlah hacker terbanyak disusul oleh China, Amerika Serikat, Taiwan, Turki, India, dan Rusia.

Indonesia hanya akan menjadi pasar gadget dan perangkat digital

Demikian pula bangsa ini hanya akan menjadi pasar gadget dan perangkat digital lainnya selama belum ada industri di bidang itu yang dibangun. Kami hanya konsumen, bukan produsen. Sisi lain menyambut bonus demografi melalui teknologi digital adalah dari segi regulasi. Salah satu contohnya adalah aturan tentang industri kreatif.

Peluang untuk mendapatkan penghasilan melalui teknologi digital kini semakin terbuka lebar. Salah satu contoh, video yang diunggah di Youtube ditonton jutaan pasang mata, seseorang bisa berpenghasilan hingga miliaran rupiah per bulan.

Dalam hal ini, pemerintah perlu menyediakan saluran dan fasilitas agar industri kreatif melalui perangkat teknologi dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kehadiran anak muda kreatif menggunakan media sosial seperti Youtube saat itu perlu diatur agar kreativitas tidak mati di tengah jalan, tetapi juga tidak melanggar aturan standar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *