Bukalapak Initial Public Offering (IPO)?

Perusahaan e-commerce berstatus
unicorn pertama yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI),
PT Bukalapak.com dikabarkan mengalami kelebihan permintaan hingga US$ 6 miliar
atau setara dengan Rp 87 triliun (asumsi kurs Rp 14.500/US$) saat masa
penawaran awal (bookbuilding). Kenaikan jumlah investor tersebut tidak
semata-mata karena ramainya rencana IPO perusahaan teknologi. Faktor lainnya
adalah likuiditas yang banyak di pasar, dimana suku bunga terus mengalami
penurunan, terutama bunga deposito.

Angka itu didapat setelah
perusahaan menetapkan batas atas kisaran awal (indicative price range),
yang diungkap oleh tiga orang sumber Reuters. Jika sesuai rencana, maka
pemesanan saham Bukalapak (BUKA) dapat dilakukan pada 28-30 Juli 2021 mendatang
dan akan resmi melantai pada 6 Agustus mendatang. Akan tetapi jadwal sementara
itu masih dapat berubah. Sangat bergantung dengan pemenuhan persyaratan
pernyataan efektif dari OJK. 

Tidak hanya Bukalapak, tahun ini akan ada unicorn lain yang akan IPO, contohnya seperti
GoTo, OVO, dan Traveloka.
IPO Bukalapak sendiri belakangan
digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di Indonesia dalam satu dekade
terakhir. IPO sendiri adalah singkatan dari istilah Bahasa Inggris, yaitu Initial Public Offering. Maksudnya, IPO merupakan kondisi yang mana perusahaan akan menjual sebagian sahamnya kepada publik atau masyarakat umum.

Tujuan IPO adalah untuk mendapatkan dana tambahan guna melancarkan operasional perusahaan maupun untuk mempercepat kegiatan ekspansinya. Dalam Bahasa Indonesia, IPO sering disebut dengan Penawaran Saham Perdana. Dalam kata lain, IPO juga dapat didefinisikan sebagai nilai saham suatu perusahaan saat pertama kali dilepas di publik. Melalui acuan IPO tersebut, masyarakat umum atau investor dapat menawar, membeli, ataupun menjual saham sebuah perusahaan. Jadi, dengan adanya IPO ini, saham perusahaan bukan lagi milik individu atau perorangan. Melainkan, sudah dapat dimiliki oleh publik atau dalam istilahnya sudah Go Public.

Dilihat dari segi bottom
line,
Bukalapak berhasil mengurangi kerugian hingga 51,74 persen. Pada
tahun 2019, kerugian yang tercatat adalah Rp 2,79 triliun dan pada tahun 2020
turun menjadi Rp 1,32 triliun.

Berikut jadwal penawaran umum
perdana saham Bukalapak sebagai berikut:

  • Masa
    penawaran awal: 9 Juli-19 Juli 2021
  • Tanggal
    efektif: 26 Juli 2021
  • Masa
    penawaran umum perdana saham: 28 Juli – 30 Juli 2021
  • Tanggal
    penjatahan: 3 Agustus 2021
  • Tanggal
    distribusi saham secara elektronik: 5 Agustus 2021
  • Tanggal
    pengembalian uang pesanan: 5 Agustus 2021
  • Tanggal
    pencatatan saham di BEI: 6 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *