Polisi Virtual Hadir di Grup WhatsApp? Benarkah Demikan?

Foto: Alinea

Teknologi.id – Jagat dunia maya saat ini tengah
dihebohkan terkait hadirnya virtual police atau polisi virtual yang merupakan
buntut dari netizen Indonesia yang dinilai kurang “sopan” di dunia maya.

Rupanya kehadiran polisi virtual ini
juga akan turut mengawasi konten-konten dari berbagai platform media
sosial yang sekiranya dianggap membahayakan atau dalam hal ini biasa disebut ujaran
kebencian. Tak hanya di Twitter, Facebook, atau Instagram saja, grup WhatsApp
juga dikabarkan menjadi platform media sosial yang diawasi oleh
polisi virtual.

Kepala Bagian Penerangan umum Divisi
Humas Polri, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa grup WhatsApp saat ini
bisa terpantau. Ahmad menuturkan bahwa polisi virtual akan menegur jika sudah
adanya laporan dari masyarakat.

Baca juga: Waspada Penyusup, Ratusan Ribu Link Grup WhatsApp Tersebar Bebas di Google

Ahmad juga mencontohkan ketika ada
percakapan atau unggahan mengandung ujaran kebencian di grup WhatsApp,
seseorang yang menjadi anggota grup itu bisa melaporkan kepada polisi dengan
melampirkan bukti berupa tangkapan layar. Nantinya, konten yang dilaporkan akan
dikaji apakah memenuhi unsur ujaran kebencian atau tidak.

Ia mengatakan bahwa hadirnya polisi virtual
ini sebagai pengingat kepada masyarakat untuk tidak seenaknya di dunia maya,
apapun bentuk platform-nya.

Tercatat hingga 11 Maret 2021, kepolisian
telah mengirimkan peringatan terhadap 89 akun media sosial di berbagai platform.
Peringatan yang dilakukan oleh polisi virtual ini ditujukan kepada pemilik akun
media sosial yang diduga menyebarkan informasi suku, ras, agama, dan
antar golongan atau SARA.

Namun, rupanya kabar terbaru mengatakan bahwa polisi hanya akan menindak kegiatan di grup WhatsApp yang terdapat laporan saja. Polri memastikan polisi virtual di WhatsApp hanya dilakukan ketika ada masyarakat yang melaporkan ke polisi. Polisi mengaku menjaga ranah privat pengguna WhatsApp.

Pihak Polri mengatakan bahwa pihaknya hanya akan menindak laporan dari grup WhatsApp apabila terdapat bukti berupa screenshoot atau tangkapan layar dari konten yang dianggap meresahkan saja.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *