Percasi Sebut Dewa Kipas Mungkin Memang Curang di Chess.com

Kontroversi
pemblokiran akun Dewa Kipas milik Dadang Subur di situs Chess.com yang sempat
viral beberapa hari lalu rupanya masih belum surut.

Sebelumnya GothamChess ternyata masih menyindir Dewa Kipas,
buntut dari perseteruannya di game online, Chess.com.

GothamChess yang bernama asli Levy Rozman, kali ini
menyoroti rekam jejak dari Dewa Kipas di Chess.com.

Dewa Kipas sempat dituding GothamChess curang saat
melawannya di sebuah pertandingan. Dia tak percaya, Dewa Kipas bisa menang
dengan akurasi rata-rata 97%.

Baca juga: Diajak Bergabung Tim Esport, ini Respon dari Dewa Kipas

Namun, sejak akhir pekan lalu, GothamChess menyindir lagi
Dewa Kipas. Dia heran mengapa Dewa Kipas bisa menang dalam 27 laga beruntun.

Sindiran itu keluar karena Dewa Kipas sempat kalah dua kali
diawal karirnya pada Chess.com dengan akurasi 35 persen dan 8 persen.

“Setelah kalah dua laga dengan akurasi 35% dan 8%, Dewa
Kipas menang di 27 laga beruntun dengan rata-rata akurasi 97%,” cuit akun
GothamChess di sosial media Twitter.

Polemik Dewa Kipas semakin membesar ketika pihak PB
Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) mengadakan konferensi pers
virtual dengan tajuk “Edukasi Catur Daring dan Problematikannya dari Kasus
Dewa Kipas” pada Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Usai Kalahkan GothamChess, Percasi Ajak Dewa Kipas Bergabung

Dalam konferensi pers virtual tersebut, nama-nama penting
dunia catur Indonesia hadir, di antaranya Ketua Komisi Catur Sekolah PB
Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Hendry Jamal.

Selain itu hadir juga pengamat catur internasional Heri
Darmanto, Grandmaster Susanto Megaranto, Grandmaster Irene Sukandar.

Hadir pula anggota Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra
Wiriya, dan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem.

Seluruh narasumber tersebut satu suara yaitu dilihat dari
analisis data, gerak-gerik Dewa Kipas pada situs chess.com memang mencurigakan.

Baca juga: Surat Terbuka Pecatur ‘Grand Master’ Terkait ‘Dewa Kipas’

Pada paparannya, Heri memperlihatkan data Dewa Kipas yang
janggal sejak 22 Februari 2021. “Berdasarkan data yang kita bongkar, memang ada
keanehan atau anomali,”

“Data Dewa Kipas sebelum tanggal 22 memiliki grafik naik
turun. Ada lembah, ada gunung, manusiawi gitu,”

“Mulai (tanggal) 22, sangat sedikit lembahnya, hampir tidak
ada, dengan akurasi tertinggi 99,5 persen,” kata Heri dalam konferensi pers.

Heri menegaskan sistem deteksi kecurangan chess.com sudah
tepercaya sebab dibuat atas verifikasi para grandmaster catur dunia dan
dinyatakan lulus.

Baca juga: Belum Usai, ini 2 Sindiran GothamChess Kepada Dewa Kipas

“Ini layanan profesional, (mereka) tidak akan mempertaruhkan
nama baiknya dengan banned pemain secara sembrono,” tambah Heri.

Susanto lalu membagikan pengalamannya menghadapi pemain
curang, atau yang ia sebut sebagai “jin”.

“(Gerakan jin bisa dilihat dengan adanya) spare waktu yang
hampir mirip, sekitar 10 detikan. Kan (dalam catur) ada langkah pasti, harusnya
udah pasti tau, jalannya beberapa detik (saja),”

“Tapi, dia spare waktunya hampir mirip (tetap) 10 detik.
Udah curiga lah kalau kayak gitu,” kata Susanto. Ciri-ciri ini juga jadi salah
satu alasan GothamChess menilai Dewa Kipas bermain curang.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *