POLRES PASURUAN KOTA BERBAGI DENGAN PARA SANTRI ASAL PAPUA DI PONDOK PESANTREN SUNNIYAH SALAFIYAH

PASURUAN,- Kita ketahui bersama, di masa pandemi Covid-19 yang melanda hampir di seluruh pelosok Negara Indonesia sangat berpengaruh besar terhadap kegiatan masyarakat karena adanya pembatasan.Begitu pula yang dirasakan oleh para pelajar, dimana proses belajar mengajar mereka menjadi terbatas dalam hal waktu dan tempat, yang tak lain hal tersebut dilakukan untuk menghindari menyebarnya virus covid-19.

Oleh karenanya, pada hari Jum’at tanggal 12 Maret 2021, Polres Pasuruan Kota yang diwakili oleh Kasat Intelkam AKP Kunadi, S.H. dan didampingi Kapolsek Pohjentrek AKP Kamaroedin berkunjung ke Ponpes Sunniyah Salafiyah milik Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf yang berlokasi di Ds. Sungiwetan Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan, dimana selain menjalin silaturahmi juga ingin saling berbagi dengan para santri yang sedang menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren tersebut.

Habib Musa selaku perwakilan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah menyambut baik kedatangan Kasat Intelkam dan Kapolsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota, dan memohon maaf karena pengasuh Ponpes yakni Habib Taufiq tidak bisa hadir mendampingi karena bersamaan dengan kegiatan lainnya.

Habib Musa lantas menceritakan bagaimana para santri di Ponpes tetap melaksanakan giat belajar mengajarnya dengan tetap mempedomani protokol kesehatan yang berlaku. “Di Ponpes ini terdapat ratusan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, selain dari Pasuruan sendiri”, ujarnya. Kemudian memanggil keempat santrinya untuk masuk, dimana santri tersebut berasal dari Papua.

Keempat santri tersebut bernama Muhammad Rudi (15), Adam Lengka (14), Iqbal Asoh (13) dan Muhammad Ali (16). Tidak dapat disangka keempat santri tersebut benar-benar merupakan warga asli dari Papua, mereka mengemban ilmu di Ponpes Sunniyah Salafiyah atas dasar kemauannya sendiri, dan bercita-cita ingin membangun Ponpes nantinya di tanah Papua.

Selanjutnya Kasat Intelkam Polres Pasuruan Kota memberikan secara simbolik kepada keempat santri tersebut berupa beras dan masker, dan sambil berpesan agar belajar dengan rajin, agar cita-cita mendirikan Ponpes di tanah Papua dapat terwujud. Tidak lupa AKP Kunadi, S.H. juga menyampaikan kepada santri agar tetap menjaga protokol kesehatan dan saling menjaga kerukunan diantara para santri lainnya.

Disela-sela acara tersebut Kasat Intelkam menambahkan, “bahwa kita sebagai manusia yang beriman, saling peduli adalah hal terpenting, dan saling berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu dan yang lebih membutuhkan adalah mutlak. Jadi tidak perlu kita berbagi dengan memandang ras, suku maupun agama.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *