Selain Komunikasi Via Hologram, Ini Rencana Kemampuan 6G

Pada
tahun 2020 perusahaan seperti Rogers, Telus, Videotron, dan Bell menjadi
penyedia teknologi jaringan 5G di Kanada.

Selain itu ada enam operator Kanada lainnya yang akan
menyediakan teknologi ini dalam dua tahun ke depan. 

Teknologi 5G dirancang untuk menghadirkan koneksi
telekomunikasi yang cepat. Saat teknologi ini diluncurkan pada tahun 2020, para
insinyur dari University of Ottawa (U of O) sudah mulai memikirkan tentang
teknologi telekomunikasi 6G.

Profesor teknik, Melike Erol-Kantarci, yang juga Ketua Riset
Kanada di AI-Enabled Next-Generation Wireless Networks, mengatakan:

“Sistem komunikasi nirkabel menjadi semakin rumit, sehingga
mereka berada di luar jangkauan dan interpretasi manusia, ”kata Erol-Kantarci, dikutip dari The Fulcrum hari Rabu 10 Maret 2021.

Baca juga: 9 Tren Teknologi yang Mungkin Bisa Mengubah Dunia

Nah, disini kecerdasan buatan (AI) dibutuhkan. Erol-Kantarci
mengatakan AI adalah komponen penting dari teknologi 6G karena menggantikan apa
yang tidak dapat dicapai oleh para insinyur.

“Kami memiliki begitu banyak peralatan, begitu banyak
komponen perangkat keras dan perangkat lunak yang mencoba bekerja sama. Jadi,
harus ada algoritma pengambilan keputusan yang dapat membuat keputusan otonom (tanpa
perlu campur tangan manusia),” ujarnya.

Sementara teknologi 6G sedang dalam tahap awal pengembangan,
diharapkan pada akhirnya akan menggantikan teknologi 5G dalam waktu sekitar 10
tahun.

Dalam tahap pengembangan awal ini, Erol-Kantarci menjelaskan
bahwa para peneliti mencoba memutuskan apa yang dapat dilakukan oleh teknologi
6G, kuncinya adalah berpikir ‘futuristik’ dan memprediksi apa kebutuhan
konsumen di masa depan.

Baca juga: Teknologi Internet of Things Akan Mendominasi di Masa Depan

“Misalnya, saat pengembangan 5G pertama kali dimulai 10
tahun lalu, idenya adalah mencapai latensi satu milidetik,” kata Erol-Kantarci.

Latensi adalah jeda waktu teknologi telekomunikasi antara
saat pengguna memerintahkan tugas dan saat perintah dijalankan oleh teknologi
tersebut. 

Saat ini, 5G belum dapat mencapai latensi satu milidetik,
jadi tujuan barunya adalah 6G mencapai latensi 1 milidetik.

Foto: DigiAnalysys

Teknologi 6G, diharapkan dapat membuat smart factories, komunikasi holografik, dan internet ‘indera’
(yang memungkinkan pengguna merasakan empat indera melalui gelombang udara, ini
termasuk penglihatan, suara, penciuman, dan sentuhan).

6G juga diharapkan mampu menggabungkan dunia virtual dengan
kehidupan nyata. Melalui realitas, benda-benda digital dan benda fisik dapat
berada dalam ruang yang sama.

Baca juga: Canggih, Microsoft Mesh Bisa Bikin Meeting dengan Hologram

Foto: Tech Republic

“Bayangkan mengunjungi toko secara virtual untuk menyentuh
kain atau bayangkan mencium parfum sebelum Anda membelinya secara online,”
jelas Erol-Kantarci.

“Contoh lain bisa jadi rumah pintar dan apapun yang
berhubungan dengan sensor yang berkomunikasi satu sama lain,” kata Elsayed, seorang
mahasiswa PhD U of O yang bekerja dengan Erol-Kantarci.

Teknologi ini juga diharapkan dapat membantu dalam bidang
kesehatan, khususnya bagi wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan yang
mumpuni.

Secara teoritis, hal ini memungkinkan petugas layanan
kesehatan untuk melakukan konsultasi dan operasi virtual bagi orang-orang yang
tidak dapat pergi ke kantor dokter atau rumah sakit.

Namun, masih banyak penelitian yang diperlukan untuk
melampaui batas teknologi saat ini dan mendapatkan hasil maksimal dari penemuan
masa depan.

“Prediksi kami mungkin tidak masuk akal 10 tahun dari
sekarang, tetapi kami harus melakukan percobaan ini,” kata Erol-Kantarci.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *