Hati-hati Marak Pembajakan WhatsApp, Begini Modusnya

Foto: Serambinews

Teknologi.id –
Pada era digital ini, selain membawa dampak positif, ada juga oknum yang
memanfaatkan celah untuk melakukan tindak kejahatan.

Salah satu kejahatan digital yang sering dilakukan adalah
membajak suatu akun milik orang lain. WhatsApp sebagai salah satu aplikasi
chatting populer saat ini juga tidak luput dari kejahatan tersebut.

Salah satu cara oknum melakukan kejahatan menggunakan
WhatsApp adalah dengan mengambil alih platform percakapan tersebut.

Biasanya mereka akan meminta nomor one time password (OTP)
yang dikirimkan ke ponsel perangkat korban. OTP merupakan nomor enam digit
sebagai kode verifikasi untuk masuk WhatsApp.

Baca juga: Kalau WhatsApp Kita Dibajak, Harus Gimana?

Terkait hal ini, Siber Polri melalui akun sosial media
Twitter miliknya mengatakan “Saat ini banyak cara bagi pihak yang tidak
bertanggung jawab untuk mengambil alih akun WhatsApp”

https://twitter.com/CCICPolri/status/1368864285808414722

“Jika Anda mendapatkan pesan teks dari WhatsApp, jangan bagikan kode yang Anda dapatkan dan
jangan klik link tersebut.” tulisnya.

Selain itu, Siber Polri juga mengimbau warga agar
berhati-hati untuk tidak memberikan foto dan nomor KTP.

Menurut Siber Polri, para pelaku kejahatan melakukan
sejumlah kejahatan seperti meminta uang hingga adanya romance scam menggunakan
akun yang diambil alih tersebut.

Baca juga: WhatsApp Ubah Kebijakan Privasi Pengguna pada 15 Mei 2021

“Si Pembajak WhatsApp akan menggunakan akun Anda untuk
melakukan beragam hal, seperti meminta uang, meminta pulsa, atau bahkan
melakukan romance scam,” kata Siber Polri dikutip dari CNBC Indonesia hari
Rabu 10 Maret 2021.

Cara penipuan ini, oknum akan mengirim pesan ke korban yang
mengaku sebagai teman korban. Kemudian mereka akan mengabarkan adanya kondisi
tak terduga atau darurat untuk menarik perhatian.

Kemudian mereka akan meminta nomor OTP yang dikirimkan ke
ponsel korban melalui pesan singkat. Mereka mengaku itu sebagai pesan terusan
(forward) yang tak sengaja terkirim ke korban.

Baca juga: 5 Hacker Asal Indonesia yang Terkenal, Ada yang Masih SMP

Setelah korban membagikan nomor OTP, secara tiba-tiba akan
keluar dari WhatsApp. Itu berarti akun WhatsApp itu tidak lagi dikuasai korban.

Untuk mencegahnya, disarankan untuk mengaktifkan otentifikasi
dua faktor WhatsApp. Selain itu juga jangan sampai membagikan OTP pada siapapun.

Sebagai catatan, untuk kerugian yang didapatkan dari
kejahatan di dunia maya ini juga cukup besar. Dikabarkan jumlah totalnya
mencapai Rp1,3 triliun.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *