7 Strategi yang Harus Anda Ikuti, Agar KPR Disetujui Bank

Foto : Intiland

7 Strategi yang Harus Anda Ikuti, Agar KPR Disetujui Bank

Mengajukan KPR pembelian rumah atau
bangunan lainnya merupakan sebuah proses yang cukup rumit. Tidak jarang
pihak bank akan menolak permohonan tersebut.

Jika Anda benar – benar
ingin mengajukan KPR di bank, hal utama yang perlu dipertimbangkan
adalah jumlah penghasilan setiap bulannya harus lebih besar dari nominal
cicilan yang terus berkembang setiap periode. Jadi, 7 strategi berikut
harus Anda ikuti supaya pengajuan KPR bisa disetujui  oleh pihak bank.
 
 

[Baca Juga : Apa Saja Risiko Reksa Dana dan Bagaimana Cara Menghitungnya?]
 
 

#1. Memiliki Rekening di Bank

Setiap pekerja seharusnya memiliki
rekening atau tabungan sebagai sarana menabung dan pemindahan uang.
Selain itu, rekening tabungan di bank akan mencatat pemasukan serta
pengeluaran setiap bulan dari seseorang melalui rekam print buku
tabungan.

Contohnya apabila pembayaran gaji secara cash setiap bulannya,
maka seseorang diharuskan untuk menabung gaji kita ke bank, sebelum
menggunakannya untuk memenuhi syarat permohonan.

Bank memerlukan bukti tertulis tentang
pendapatan yang dihasilkan setiap bulan dengan tujuan untuk menentukan
nominal besar pinjaman oleh bank yang mampu dibayar oleh pemohon.

Setelah itu, pihak Bank akan memeriksa detail tentang sirkulasi keuangan
di rekening serta menilai apakah sebuah rekening termasuk jenis sehat
atau tidak. Untuk jenis pemilik rekening sehat,  Bank akan menyetujui
permohonan selama berkas lain juga terdata dengan baik.
 

#2. Dapatkan Informasi yang Jelas

Sebelum melakukan langkah selanjutnya
terkait dengan pengajuan KPR, hal wajib yang perlu dilakukan adalah
mengumpulkan berbagai informasi mengenai layanan KPR yang akan akan
diajukan. Hal ini akan membantu memperoleh segala informasi terkait
dengan layanan KPR seperti persyaratan, ketentuan, dan sebagainya.

Cara
mengakses informasi KPR sangatlah mudah seperti langsung melalui bank
atau secara online pada website resmi dari bank yang bersangkutan.

[Baca Juga: Hal-Hal yang Wajib Anda Tahu Saat Mengajukan KPR]
 

#3. Lengkapi Berkas Persyaratan

Sebelum mengajukan pengajuan KPR,
calon pembeli harus memiliki target rumah yang akan dibeli dengan cara
menggunakan KPR. Jenis bangunan yang dapat dibeli melalui sistem KPR
adalah rumah baru dan juga rumah bekas.

Untuk rumah bekas wajib
melampirkan foto copy (SHM) Sertifikat Hak Milik , (IMB) Ijin Membangun
Bangunan dan juga bukti pembayaran PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan
untuk tahun terakhir.

Jadi setelah sebuah bangunan diputuskan sebagai
objek KPR, sebagai pengikatnya akan diminta sejumlah uang sebagai tanda
jadi dan kita harus meminta foto copy surat SHM ( Sertifikat Hak Milik
), PBB ( Pajak Bumi dan Bangunan) serta IMB.

Contohnya bagi calon pemohon KPR BTN
bagi pemohon yang berpenghasilan tetap, berkas yang harus dipenuhi
adalah sebagai berikut (asli dan fotocopy terlegalisir):

  • Mengisi data pada Formulir Permohonan KPR
  • Foto berwarna 4 x 6 suami dan istri  
  • KTP suami istri
    Surat keterangan bekerja suami istri ( Jika bekerja keduanya )
  • Foto Kopi Astek /Asanri / Taspen
  • Buku Tabungan dan Uang Muka / Batara BTN
  • Surat nikah
  • Kartu Keluarga
  • Surat Kuasa Pemotongan Gaji oleh Bank
  • Surat keterangan bekerja atau Surat Pengangkatan Minimal 1 tahun.
  • Slip Gaji terahir dilegalisir.
  • Foto Copy NPWP
  • Menanda tangani surat perjanjian awal
  • Rekening 3 bulan terakhir
  • Penghasilan minimal 3 kali dari angsuran perbulannya
  • Materai 6000 empat lembar

     

#4. Melakukan Perbandingan di Bank Secara Tepat

Mengumpulkan informasi dari beberapa
bank sekaligus adalah cara efektif untuk melakukan perbandingan terhadap
harga KPR. Saat ini tersedia berbagai website properti yang memberikan
gambaran langsung perbandingan cicilan KPR atas beberapa bank.

Dengan
demikian, calon pemohon KPR dapat mengetahui manakah KPR yang paling
menguntungkan. Perbandingan tersebut akan sangat membantu dalam
mengambil keputusan.

Untuk membandingkan produk-produk KPR, Anda dapat
mendatangi langsung bank (itu kalau Anda juga mau antri) atau melalui
online (kunjungi website bank kalau mau ribet), atau gunakan website
pembanding produk keuangan (Financial Aggregator).

[Baca Juga : Karena Ada Website Financial Aggregator, Sekarang Membandingkan Produk Keuangan Jadi Ga Ribet]
 

Adapun hal – hal yang perlu
dipertimbangkan saat membandingkan KPR antar bank antara lain:
persyaratan yang mereka minta, proses dan juga lamanya waktu pengajuan
yang dibutuhkan, besaran bunga yang diterapkan, jumlah biaya yang
dikenakan, dan tenor yang ditawarkan oleh bank tersebut.

#5. Riwayat Kreditor Sehat

Mempunyai riwayat kredit tidak menjadi
masalah selama proses pembayaran yang dilakukan lancar dan aman.
Meskipun riwayat kredit mungkin tidak relevan, akan tetapi perjalanan
tersebut dapat menjadi referensi bagi bank untuk melacak kepatuhan calon
pemohon dalam membayar cicilan KPR.
 

#6. Simulasi Awal

Melakukan simulasi awal dalam
pengajuan KPR yang direncanakan adalah salah satu cara terbaik untuk
memproyeksi kemampuan pembayaran. Hal ini akan membantu melihat dan
menyesuaikan kemampuan melunasi cicilannya hingga akhir.

Selain
kemampuan pembayaran, calon pemohon juga akan terhindar dari resiko
gagal pembayaran sehingga perlindungannya juga lebih tinggi.

[Baca Juga: Bagaimana Cara KPR untuk Freelancer atau Karyawan Kontrak ?]
 

#7. Biaya

Mengajukan permohonan KPR kepada
beberapa Bank merupakan cara yang sangat penting karena jika hanya
mengajukan kepada satu atau dua Bank, maka peluang untuk diterima
semakin kecil juga. Ketika mengajukan permohonan kepada banyak Bank,
terdapat pula konsekuensi yang harus diperoleh yakni biaya appraisal.

Saat berkas kita sudah masuk, Bank akan meminta pembayaran biaya
appraisal.
Biaya appraisal tersebut digunakan
untuk biaya operasional tim dari pihak Bank yang melakukan survei ke
rumah yang diajukan untuk KPR.

Tujuan survei ini adalah untuk memastikan
nominal harga dari rumah tersebut. Pada umumnya, bank akan mengenakan
biaya kira-kira Rp. 500.000,00 sampai Rp. 750.000,00 untuk anggaran
biaya appraisal.
 

Saatnya Membuktikan!

Mulailah dengan mencari informasi mengenai rumah dan KPR. Silakan gunakan website financial aggregator untuk mengetahui syarat dan biaya-biaya yang dibutuhkan.

Dari situ baru mulai mempersiapkan dan mengajukan KPR. Jangan lupa share artikel ini sahabat Anda, agar mereka juga dapat segera memiliki rumah. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *