Tokopedia Perbarui Kebijakan Privasi, Apa yang Diubah?

 Perusahaan e-commerce Tokopedia pekan lalu memperbarui kebijakan privasi penggunaan platformnya. Pengguna diminta membaca dan mempelajari seluruh isi kebijakan privasi baru ini.

Menurut External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, pembaruan ini merupakan wujud untuk melindungi data pribadi pengguna.

“Transparansi mengenai penggunaan dan pemanfaatan informasi pengguna adalah hal yang penting bagi Tokopedia, maka kami mengimbau pengguna untuk membaca dan mempelajari seluruh isi kebijakan privasi yang telah diperbarui melalui https://www.tokopedia.com/privacy/,” ujar Ekhel dikutip dari Kompas hari Selasa 16 Februari 2021.

Baca juga: Cara Main Clubhouse, Medsos yang Booming Berkat Elon Musk

Kebijakan privasi terbaru ini secara garis besar mengubah kata “Data” menjadi ” Data Pribadi”. Kebijakan privasi teranyar Tokopedia ini juga menambahkan beberapa poin yang tidak ada di kebijakan sebelumnya.

Di antaranya seperti poin “Keamanan”, “Penyimpanan dan Penghapusan Data Pribadi Pengguna”, “Akses dan Perbaikan Data Pribadi Pengguna atau Penarikan Kembali Persetujuan”, “Pengaduan terkait Perlindungan Data Pribadi Pengguna”, dan “Hubungi Kami”.

Pada poin “Pengungkapan Data Pribadi Pengguna”, Tokopedia berkomitmen untuk menjaga keamanan privasi pengguna. Namun, pengguna harus tau bahwa data pribadi mereka bisa saja dibagikan ke mitra penjual atau pihak ketiga lainnya, untuk kepentingan penggunaan platform.

Baca juga: Mengenal Clubhouse, Sosmed Baru yang Mulai Booming di RI

Tokopedia juga dapat membagikan data pribadi pengguna kepada anak perusahaan dan afiliasinya untuk membantu memberikan layanan atau melakukan pengolahan data untuk dan atas nama Tokopedia.

Data pribadi pengguna tersebut hanya dipakai untuk tujuan yang sudah diatur dalam kebijakan Tokopedia dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meskipun data pengguna bisa dibagikan, Ekhel memastikan bahwa perlindungan data pribadi pengguna tetap aman dan menjadi prioritas perusahaan, demi menjaga kepercayaan konsumen.

Baca juga: Daftar Clubhouse itu Gratis, Tidak Perlu Beli Invitation

“Kerahasiaan dan keamanan data pribadi pengguna akan selalu menjadi prioritas utama, dan ini akan terus menjadi upaya berkelanjutan dari kami, karena bisnis Tokopedia adalah bisnis kepercayaan,” jelas dia.

Dikutip dari Kumparan hari Selasa 16 Februari 2021, Praktisi ITE, Gunaris menyebut aplikasi jual beli tidak akan bisa meraup laba jika hanya mengandalkan laba penjualan, kerja sama dengan vendor, atau biaya layanan lain.

Karenanya, data pengguna menjadi komoditas bisnis untuk menambal lubang tersebut. Hal itu tak hanya dilakukan oleh Tokopedia, tapi juga aplikasi serupa lain.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *