Industri Media semakin Menjanjikan di Era Digital saat ini

Sebelum tahun 2010, media konvensional seperti koran masih banyak diminati oleh masyarakat. Banyak yang rela berlangganan koran setiap harinya agar tidak tertinggal informasi.

Saat ini, perkembangan era digital sangat pesat, hal tersebut berpengaruh terhadap industri media yang banyak beralih ke media digital.

Semakin mudah untuk mengakses informasi, terlebih hadirnya smartphone membuat akses informasi lebih fleksibel dilakukan di manapun selama terhubung internet.

Ternyata, tumbuhnya industri digital juga memengaruhi bisnis di dunia digital. Dikutip dari Bisnis.com hari Selasa 16 Februari 2021, pada tahun 2020 dari kuartal kedua hingga kuartal keempat, biaya iklan digital melonjak tiga kali lipat.

Baca juga: Hal yang Kamu Harus Lakukan untuk Menjadi Product Manager

Ada banyak media digital di Indonesia yang berkembang pesat dan sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Berikut 5 media yang mengalami perkembangan pesat.

1. Kompas

Foto: Wikipedia

Kompas salah satu media online tertua yang ada di Indonesia, hadir pertama kali pada 14 September 1995 dengan nama Kompas Online.

Tujuan awal Kompas Online adalah memberikan layanan kepada para pembaca harian Kompas di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh jaringan distribusi Kompas.

Dengan hadirnya Kompas Online, para pembaca harian Kompas terutama di Indonesia bagian timur dan di luar negeri dapat menikmati harian Kompas hari itu juga, tidak perlu menunggu beberapa hari seperti biasanya.

Menariknya, pengeluaran Kompas.com seluruhnya didanai oleh pendapatan dari bisnis advertising, event production, dan content marketing. Yang membuktikan industri media online memang berkembang pesat.

2. Detik 

Foto: detik

Baca juga: Strategi dalam Recruitment Startup

Detik berdiri tahun 9 Juli 1998 yang didirikan Budiono Darsono. Dikutip dari mindtalk, pada Juli 1998 situs detikcom per harinya menerima 30.000 hits (ukuran jumlah pengunjung ke sebuah situs) dengan sekitar 2.500 user (pelanggan Internet).

Sembilan bulan kemudian, Maret 1999, hits per harinya naik tujuh kali lipat, tepatnya rata-rata 214.000 hits per hari atau 6.420.000 hits per bulan dengan 32.000 user.

Pada bulan Juni 1999, angka itu naik lagi menjadi 536.000 hits per hari dengan user mencapai 40.000. Terakhir, hits detikcom bisa lebih dari 2,5 juta per harinya.

3. IDN Times

Foto: IDN Times

IDN Times mungkin masih tergolong baru, didirikan pada 8 Juni 2014. Tujuan IDN Times menyasar generasi milenial dan generasi Z sehingga banyak konten-konten maupun menggunakan bahasa anak muda.

Meskipun tergolong baru, tetapi IDN Times sudah berkembang pesat, di antaranya memiliki beberapa regional di Jawa maupun luar Jawa.

Selain itu juga memiliki beberapa channel media lain seperti IDN Times, Popbela.com, Popmama.com, dan Yummy.

Menariknya, semua orang dapat menulis di IDN Times, cukup dengan mendaftar melalui situs IDN Times, maka bisa langsung menulis artikel dengan gratis.

Tidak hanya gratis, tetapi justru mendapatkan penghasilan sesuai dengan jumlah pembaca setiap artikelnya, selain itu juga banyak bonus poin yang tersedia agar pendapatan bisa lebih besar.

4. Pikiran Rakyat

Foto: Pikiran Rakyat

Baca juga: Deretan Pekerjaan yang Sangat Dibutuhkan di Era Industri 4.0

Informasi yang disajikan oleh Pikiran Rakyat mewakili pembaca dari berbagai latar belakang, usia dan jenis kelamin yang tersebar dalam berbagai kanal news, olahraga, gaya hidup hingga entertainment.

Tujuan Pikiran Rakyat yaitu membuat informasi yang bisa mencerahkan dan menjadi rujukan di tengah derasnya konten hoaks di dunia maya.

Pikiran Rakyat kini memiliki Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Tujuan didirikan PRMN salah satunya untuk mengurangi pengangguran.

5. ANTARA News

Foto: ANTARA News

Tidak hanya media online milik swasta, pemerintah juga memiliki media online yang dinamai ANTARA News. sama seperti media online milik swasta, ANTARA News juga memiliki berbagai rubrik yang disajikan.

Meskipun portal media online milik pemerintah, tetapi ANTARA News tetap terdapat iklan di dalamnya. Hal tersebut membuktikan bahwa iklan digital saat ini sedang tumbuh pesat.

Setelah mengetahui bagaimana industri media online yang begitu pesat, apakah kamu ingin bergabung ke media juga? Atau ingin lebih mendalami seputar media?

 

Bagi kamu yang tertarik, kamu bisa mendaftar kelas premium yang diadakan oleh Teknologi.id yaitu Journey become a Product Manager dengan pemateri yang expert di bidangnya yaitu Devi Eko Irianto yang saat ini bekerja sebagai Senior Product Manager di IDN Media.

Kamu bisa menanyakan lebih dalam mengenai media terutama di IDN Times lho. Jika kamu tertarik mendaftar, bisa langsung klik disini.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *