5 Peralatan Perang Buatan Indonesia yang Jadi Rebutan Dunia

Foto: Unsplash

Teknologi.id – Bangsa Indonesia sempat membuat dunia
takjub dengan kemampuan juga keahlian Indonesia dalam membuat peralatan perang.
Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Australia sempat dibuat
terkejut akan hal tersebut.

Indonesia sendiri mempunyai PT Pindad
yang selalu menjadi sorotan bangsa luar atas produksi alat-alat tempur yang
super canggih. Bahkan tidak sedikit peralatan perang ciptaan PT Pindad yang
berhasil membuat dunia gempar, seperti senapan SP2 Kopassus hingga Panser
Badak.

Selain itu, terdapat beberapa
peralatan perang lainnya buatan Indonesia yang berhasil membuat gempar dan
menjadi incaran negara-negara lain. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

Panser Anoa

Foto: Pindad

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
menjadi pelanggan setia perusahaan negara pembuat senjata PT Pindad. Peralatan langganan
yang dipesannya yakni Panser Anoa.

Panser Anoa tergolong kendaraan armoured
medium personnel carrier. Kendaraan tempur ini dipergunakan untuk
mengangkut personel di medan pertempuran.

Selama ini, sejumlah negara tetangga
seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Thailand kerap menggunakan
produk Pindad tersebut. Untuk pasar Afrika, negara-negara seperti Madagaskar,
Mesir, Nigeria, dan Mozambik menjadi pasar dari produk Pindad tersebut.

Sedangkan untuk kawasan Timur Tengah,
negara-negara seperti Kuwait, Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar
merupakan pasar dari produk Pindad tersebut.

Kapal Perang

Foto: Artileri

PT PAL Indonesia telah meluncurkan
dua kapal perang, yakni Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)-1 dan Kapal Perang
Strategic Sealift Vessel (SSV)-1. Sedangkan kapal SSV merupakan kapal canggih
karya mandiri anak bangsa dan pesanan Kementerian Pertahanan Filipina yang
berada di kelas Lloyd Register.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, M.
Firmansyah menyebut ada beberapa kecanggihan dalam kapal perang buatan anak
bangsa ini. Kapal PKR-1 yang memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter,
dan kecepatan 28 knot ini mampu berlayar selama 20 hari pada kecepatan 14 knot.

Kedua kapal tersebut menjadi pesanan
dari beberapa negara Asia salah satunya yakni Kementerian Pertahanan Filipina
yang berada di kelas Lloyd Register.

Baca juga: “Artificial Skin” Ini Bisa Buat Tentara Jadi Tak Terlihat

Kepala Roket

Foto: Wallpaper Cave

Indonesia mengekspor hulu ledak asap
(smoke warhead) kaliber 70 milimeter sebanyak 260 unit ke Cile. Ekspor
tersebut merupakan ekspor pertama senjata yang dibuat PT Sari Bahari.

Direktur Utama PT Sari Bahari Ricky
Hendrik Egam mengatakan pihaknya harus bersaing dengan 43 negara lain yang
mengikuti tender internasional pengadaan hulu ledak asap bagi kebutuhan
angkatan bersenjata Cile.

Ricky mengatakan produksi dari PT
Sari Bahari, membuktikan teknologi pertahanan nasional mampu bersaing dengan
negara maju. Hulu ledak asap buatan Indonesia memiliki keunggulan dari sisi
aerodinamis trajectory dan mampu mengeluarkan asap selama dua menit setelah
hulu ledak terjadi dalam sasaran.

Peluru

Foto: Unsplash

PT Pindad adalah salah satu
perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang produknya telah mencapai pasar
Amerika Serikat. Pindad telah mengekspor amunisi kaliber kecil yaitu 5,56 mm ke
negeri Paman Sam tersebut.

Marketing Manajer PT Pindad, Sena
Maulana, mengatakan selain ekspor ke Amerika pihaknya juga telah mengekspor
amunisi ke Singapura dan Thailand. Selain itu, pada tahun 2000, Pindad juga
pernah mengekspor amunisi ke Nigeria.

Senjata Api

Foto: KBR

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA)
telah menyetujui kerja sama lisensi senapan SS2 dan pemasaran amunisi Pindad di
wilayah Timur Tengah. Persetujuan ini tertuang dalam Memorandum of
Understanding (MoU) antara PT Pindad (Persero) dan Continental Aviation
Services yang dilakukan saat forum bisnis yang dihadiri oleh Presiden Jokowi,
di Abu Dhabi.

Menurut Menlu, UEA merupakan negara
tujuan ekspor utama Indonesia di Timur Tengah, dengan nilai perdagangan
mencapai USD 4,25 miliar di tahun 2014, dan Indonesia menikmati surplus USD 748
juta.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *