13 Emiten Berpotensi Dicoret dari Bursa Efek pada 2021

PENUTUPAN PERDAGANGAN SAHAM AKHIR TAHUN 2020

Aktivitas pencatatan di Bursa Efek Indonesia setiap tahunnya terus bertambah lewat initial public offering (IPO). Namun, beberapa emiten yang sudah tercatat juga berpotensi dicoret (delisting) karena berbagai alasan, salah satunya karena sahamnya yang dibekukan oleh otoritas bursa dalam kurun 24 bulan.

Dalam tiga tahun terakhir, Bursa Efek Indonesia telah mencoret 16 saham di pasar modal. Pada 2018, tercatat ada 4 emiten yang didepak dari Bursa, yaitu PT Taisho Pharmaceutical Indonesia, PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo, PT Truba Alam Manunggal Engineering, dan Jaya Pari Steel.

Setahun berikutnya, ada 6 emiten yang di-delisting oleh Bursa. Yaitu PT Sigmagold Inti Perkasa, PT Grahamas Citrawisata, PT Bank Nusantara Parahyangan, PT Bara Jaya Internasional, PT Sekawan Intipratama, dan PT Bank Mitraniaga.

Pada 2020, tercatat ada 6 emiten yang keluar dari daftar listing Bursa. Yaitu PT Borneo …

Selengkapnya : 13 Emiten Berpotensi Dicoret dari Bursa Efek pada 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *