AS Mengincar Kapal Perang dengan Laser dan Rudal Hipersonik

Foto: Military Review

Teknologi.id – Angkatan Laut AS mengincar kapal perang kelas baru untuk menggantikan kapal perusak Arleigh Burke saat ini. Kapal perang baru ini nantinya akan dapat bertempur secara otomatis menggunakan laser dan rudal hipersonik. Kapal baru itu diperkirakan akan menelan biaya sekitar $2,5 miliar.

Dilansir dari Defense One, pada hari Rabu (10/2), kapal perang baru ini dijuluki DDG-X (sebelumnya disebut DDG-Next dan Large Surface Combatant). DDG-X ini diperlukan, agar AS lebih maju dari kemajuan rudal China dan Rusia. Selain itu, kapal ini juga dibutuhkan agar pasukan Angkatan Laut AS dapat beroperasi lebih kompeten di dalam zona dimana senjata musuh akan terlibat.

“Saat musuh kita bergerak semakin jauh dari pantai mereka, kita membutuhkan kapal yang dapat menghasilkan tenaga yang cukup untuk menggerakkan radar yang lebih canggih, sistem peperangan elektronik dan senjata energi terarah. Kita butuh sebuah kapal yang akan mampu beroperasi secara kompeten di dalam zona dimana senjata musuh terlibat,” ujar Laksamana Muda Paul Schlise, Pemimpin Divisi Peperangan Permukaan staf Angkatan Laut AS.

“Kami mengandalkan rudal hipersonik yang besar dan energik untuk mengingatkan musuh-musuh itu bahwa tidak ada target yang berada di luar jangkauan, setidaknya tidak untuk waktu lama,” lanjut Schlise.

Baca juga: 6 Rudal Penghancur Andalan TNI

Kapal perusak baru adalah bagian dari tujuan jangka panjang Angkatan Laut untuk meningkatkan ukuran armadanya. Proses peningkatan pengeluaran agar Angkatan Laut dapat membeli kapal perang jenis baru ini pun telah dilakukan oleh pejabat administrasi Trump sejak beberapa bulan terakhir sebelum berakhirnya masa pemerintahan Trump. Para pejabat percaya layanan laut yang lebih besar dengan lebih banyak kapal diperlukan untuk bersaing dengan China di Pasifik.

Selain itu, Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Mike Gilday menyatakan bahwa arah strategis Angkatan Laut tetap jelas yaitu menyerukan armada yang lebih besar. Hal ini disebabkan mereka merasa bahwa AS telah terlibat dalam persaingan jangka panjang yang dapat mengancam keamanan dan cara hidup mereka.

Selain itu, pejabat Angkatan Laut berpendapat bahwa sementara ini kapal perusak Arleigh Burke akan tetap mematikan dan relevan untuk tahun-tahun mendatang. Meskipun begitu, mereka merasa kapal Arleigh Burke kekurangan ruang dan daya listrik untuk menampung senjata masa depan.

“Kami telah melakukan semua yang dapat kami lakukan dengan kapal ini dan kami telah memaksimalkan ruang, bobot, tenaga, dan pendinginan,” kata Schlise

“Saatnya menyetel ulang ke lambung kombatan permukaan besar yang baru,” lanjutnya.

Dengan DDG-X, pasukan Angkatan Laut AS menjadi semakin percaya diri untuk beroperasi di wilayah yang direbutkan. Selain itu, penambahan rudal yang lebih besar dan dinamis pada kapal ini akan mampu menahan target berisiko pada jarak yang lebih jauh.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *