AS Akan Kembangkan Sistem Pengenalan Wajah Jarak Jauh?

Foto: Pencatatan Sipil

Teknologi.id – Peneliti intelijen AS dikabarkan meminta industri atau perusahaan teknologi untuk dapat mengembangkan sistem pengenalan wajah. Sistem pengenalan wajah ini nantinya dapat mendeteksi dan mengidentifikasi orang pada jarak jauh dari platform tinggi seperti pesawat terbang, menara, dan gedung tinggi.

Dilansir dari Military Aerospace, Pejabat Badan Proyek Penelitian Intelijen (IARPA) di Washington telah merilis pengumuman (IARPA-BAA-20-04) untuk program Pengenalan dan Identifikasi Biometrik dari Ketinggian dan Jangkauan (BRIAR).

Program BRIAR bertujuan untuk mengembangkan sistem berbasis algoritma perangkat lunak yang mampu melakukan identifikasi biometrik seluruh tubuh dari jarak jauh dan dari platform yang tinggi.

Badan intelijen dan militer membutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi atau mengenali individu pada jarak lebih dari 300 meter melalui turbulensi atmosfer, atau dari platform sensor udara dan tinggi seperti menara atau kendaraan udara tak berawak (UAV). Proyek BRIAR rencananya akan dikerjakan selama empat tahun, mulai dari sekitar 1 Agustus 2021 hingga 31 Juli 2025.

Melalui BRIAR penelitian mutakhir akan dilakukan ke dalam algoritma pengenalan biometrik untuk mengembangkan inovasi dalam biometrik seluruh tubuh yang menggabungkan pengenalan wajah dengan tanda tangan biometrik lainnya, dan hanya akan fokus pada gambaran panjang gelombang yang terlihat.

Hasil penelitian ini dapat mendukung misi seperti perlindungan dari terorisme, perlindungan infrastruktur kritis dan fasilitas transportasi, perlindungan kekuatan militer, dan pengamanan perbatasan.

Baca juga: Awas Penipuan! Benarkah TikTok Cash Dapat Menghasilkan Uang?

Nantinya, perusahaan atau industri yang bergabung dengan proyek ini akan mengembangkan algoritma yang mampu melakukan verifikasi biometrik, pengenalan, dan identifikasi orang dalam gambaran video pita yang dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, dalam jangkauan yang menantang, atau di atmosfer.

Pengembangan algoritma ini akan mampu mendeteksi orang dan wajahnya, asosiasi di seluruh bingkai video, dan pembuatan template multi-gambar. Sistem yang dikembangkan harus melakukan pencocokan biometrik pada gambaran dan tidak hanya dibatasi dalam beberapa mode, seperti: hanya wajah, seluruh tubuh, dan perpaduan pengenalan wajah dan seluruh tubuh.

Perusahaan atau industri yang bekerja sama juga tidak akan mengembangkan sensor optik khusus, sistem sensor, atau platform sensor. Mereka hanya akan fokus untuk memajukan perangkat lunak pengenalan biometrik.

Diketahui, perusahaan-perusahaan yang tertarik dengan pengembangan ini dapat mengirimkan proposal ke IARPA sebelum tanggal 24 Februari 2021.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *