Hery Sampurno : Peringatan HKN Tak Lepas dari Peran Tokoh Pers Masa Lalu

BeritaNasional.ID – SITUBONDO – Puncak peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2021, diselenggarakan secara virtual dan rencananya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan mengikuti acara puncak HPN dari Istana Merdeka secara virtual, Senin (8/2/2021).

Keterangan yang disampaikan Ketua Perkumpulan wartawan yang tergabung dalam wadah Kontributor Pantura Hery Sampurno SH mengatakan, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985, disebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Latar belakang lahirnya Pers di Indonesia, sambung Kontributor TV One ini, berawal dari keinginan menerbitkan surat kabar di Hindia Belanda kala itu. Namun selalu dihambat oleh pemerintah VOC. Surat kabar lahir, setelah Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff menjabat, dan terbit surat kabar Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen pada tanggal 7 Agustus 1744.

Selanjutnya, kata Hery Sampurno, ketika Inggris menguasai wilayah Hindia Timur pada tahun 1811, terbit surat kabar berbahasa Inggris Java Government Gazzete pada tahun1812. Bataviasche Courant, kemudian diganti menjadi Javasche Courant yang terbit tiga kali dalam satu minggu pada tahun 1829 yang memuat pengumuman-pengumuman resmi, peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan pemerintah.

Waktu terus bergulir, pada tahun 1851, De Locomotief terbit di Semarang. Surat kabar terbitan Semarang ini memiliki semangat kritis terhadap pemerintahan kolonial dan pengaruhnya cukup besar. Pada Abad ke-19, untuk menandingi surat kabar-surat kabar berbahasa Belanda, terbitlah surat kabar berbahasa Melayu dan Jawa walaupun para redakturnya masih orang-orang Belanda, seperti surat kabar Bintang Timoer terbitan Surabaya, tahun 1850, Bromartani terbitan Surakarta, pada tahun 1855, Bianglala terbitan Batavia, pada tahun 1867, dan Berita Betawie terbitan Batavia pada tahun1874.

Pada tahun 1907, terbit surat kabar Medan Prijaji di Bandung yang dianggap sebagai pelopor pers nasional, karena diterbitkan oleh pengusaha pribumi untuk pertama kali, yaitu Tirto Adhi Soerjo. Selanjutnya, saat Jepang berhasil menaklukkan Belanda dan akhirnya menduduki Indonesia pada tahun 1942, kebijakan pers juga berubah. “Kala itu seluruh penerbit yang berasal dari Belanda dan China dilarang beroperasi. Sebagai gantinya penguasa militer Jepang lalu menerbitkan sejumlah surat kabar sendiri,” kata Hery yang juga berprofesi sebagai advokat.

Kala itu, terdapat lima surat kabar yakni Jawa Shinbun yang terbit di Jawa, Boernoe Shinbun di Kalimantan, Celebes Shinbun di Sulawesi, Sumatra Shinbun di Sumatra dan Ceram Shinbun di Seram. Selanjutnya, sejumlah tonggak sejarah pers Indonesia juga lahir, seperti LKBN Antara pada 13 Desember 1937, RRI pada 11 september 1945, dan organisasi PWI pada 1946 yang kemudian menjadi cikal bakal Hari Pers Nasional. Lahir pula TVRI, stasiun televisi pemerintah pada 1962.

“Pers nasional semakin kuat ditandai dengan lahirnya penerbitan Soeara Merdeka di Bandung dan Berita Indonesia di Jakarta, serta beberapa surat kabar lain, seperti Merdeka, Independent, Indonesian News Bulletin, Warta Indonesia, dan The Voice of Free Indonesia,” tutur Hery.

Peringatan Hari Pers Nasional tahun ini, sambung Hery, yang mengambil tema,” Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan” merupakan bukti sejarah panjang perjalanan pers nasional. Sebagai pilar ke empat pers nasional masih berdiri kokoh di tengah pandemi COVID-19. “Pada masa pandemi COVID-19, saya berharap kepada teman-teman jurnalistik dalam melaksamnakan peliputan berita tetap mengedepankan disiplin Kesehatan COVID-19. Sesuai dengan anjuran pemerintah kita harus pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak bila perlu kita menggunakan Alat Pelindung Diri yang lengkap,” harapnya.

Sebagai generasi muda dalam dunia pers, Hery merasa bangga bisa menjadi bagian dari perkembangan pers masa kini. “Saya bangga bisa menjadi bagian dari dunia pers di masa kini. Sebab, tokoh-tokoh pers masa lalu merupakan tokoh-tokoh gigih yang bisa mempertahankan dunia pers hingga saat ini. Selamat Hari Pers Nasional tahun 2021. Semoga kedepan dunia pers semakin berjaya,” pungkas Hery Sampurno SH yang juga sebagai Ketua DPC Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Kabupaten Banyuwangi.

The post Hery Sampurno : Peringatan HKN Tak Lepas dari Peran Tokoh Pers Masa Lalu appeared first on Berita Nasional Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *