Jepang Siapkan Jet Tempur Tanpa Awak untuk Kalahkan China

Foto: Nikkei Asia

Teknologi.id – Jepang telah mulai mengembangkan pesawat tempur tak berawak dengan kendali jarak jauh yang mampu melakukan manuver berbahaya. Pesawat ini akan dikerahkan pada awal tahun 2035.

Tampaknya, pengembangan pesawat tempur ini merupakan salah satu cara Jepang untuk bersaing dengan rivalnya yaitu China dalam teknologi militer dan bangkitnya perang drone. Bukan rahasia umum bahwa pada tahun 2020, China semakin percaya diri memamerkan kekuatan militernya.

Sedangkan, saat ini, Tokyo kalah dalam jumlah jet tempur dari China. Diketahui, China memiliki lebih dari 1.000 jet tempur generasi keempat yang dapat mencapai kecepatan supersonik. Jumlah jet tempur ini tiga kali lipat lebih banyak dari Jepang. Selain itu, China juga mulai mengerahkan jet tempur siluman generasi kelima.

Untuk itu, Jepang, seperti banyak negara lain, mempercepat penelitian terkait pertahanan untuk mengekang kekuatan militer China.

Dilansir dari Nikkei Asia, pada hari Senin (8/2), dalam pengembangannya, Kementerian Pertahanan Jepang berencana untuk membagi dalam tiga tahap. Pertama, dimulai dengan pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh. Kedua, operasi kerja sama di mana satu pesawat berawak akan mengendalikan beberapa drone. Ketiga, merancang skuadron yang sepenuhnya otonom.

Untuk mendukung pengembangan, pemerintah telah menugaskan perusahaan Jepang untuk meneliti teknologi yang diperlukan. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Subaru dan Mitsubishi.

Subaru akan bertanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan kendali jarak jauh dan penerbangan. Sementara Mitsubishi Heavy Industries dan Mitsubishi Electric akan mengerjakan sistem berbagi informasi seketika antara beberapa pesawat.

Selain itu, Badan Akuisisi, Teknologi, dan Logistik Kementerian Pertahanan Jepang juga merencanakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk drone.

Selain perusahaan Jepang, tidak menutup kemungkinan perusahaan AS dan Inggris dapat menjadi mitra pemerintah Jepang terkait pembuatan jet tempur ini.

Baca juga: Mengenang Kapal Perang Kebanggaan Indonesia, KRI Klewang 625

Membutuhkan Biaya yang Cukup Fantastis

Kementerian Pertahanan Jepang akan menginvestasikan 2,5 miliar yen (sekitar Rp 331 miliar) untuk teknologi kendali jarak jauh dan penerbangan, dan 200 juta yen lainnya ke dalam teknologi AI.

Teknologi AI dibutuhkan oleh drone tempur agar dapat memproses data dalam jumlah besar secara instan dan dapat merespons serangan musuh secara efektif. Drone tempur dibuat karena tidak membutuhkan kokpit sehingga dapat dibuat lebih kecil, sederhana dan lebih murah dari jet berawak.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *