Ternyata Penyedia Layanan Dapat Mengumpulkan Data Pengguna

Foto: ICT Works

Teknologi.id – Tanggal 28 Januari 2021 yang bertepatan pada Hari Privasi Data, Apple membagikan sebuah dokumen yang berjudul A Day in the Life of Your Data (Satu Hari Dalam Kehidupan Data Anda).

Inti dari dokumen tersebut berisi mengenai penjelasan bahwa perusahaan penyedia layanan seperti Facebook mampu melacak semua data pengguna melalui aplikasi dan web mereka.

Dikutip dari Kompas hari Selasa 02 Februari 2021, Apple mengklaim bahwa terdapat sekitar enam jenis pelacak data yang disisipkan di dalam sebuah aplikasi.

Baca juga: Fitur Terbaru YouTube Bernama Clip, Apa Fungsinya?

Pelacak ini sengaja digunakan dengan tujuan mengumpulkan informasi pribadi pengguna, mulai dari lokasi hingga kebiasaan belanja.

Ironisnya, data yang telah dikumpulkan tadi kemudian disatukan, dibagikan, diagregasi, dan akhirnya diperjual-belikan. Industri pengolahan data ini diperkirakan bernilai setidaknya 227 miliar dollar AS atau sekitar Rp3.177 triliun per tahun.

A Day in the Life of Your Data pun mengungkap bahwa informasi pribadi didapatkan dari aktivitas sehari-hari pengguna, seringkali secara diam-diam dan tidak disadari oleh pengguna gadget yang bersangkutan.

Baca juga: Data Pengguna Telegram Iran dan Rusia Pernah Bocor

Contohnya, ketika pengguna sedang mengambil foto selfie lalu foto tersebut diedit menggunakan filter yang tersedia dalam sebuah aplikasi, maka aplikasi tersebut memiliki akses untuk membuka semua gambar dan dapat mengolah metadata yang terlampir di dalam galeri.

Lalu jika foto tersebut diunggah di media sosial, maka aplikasi tersebut akan menghubungkan aktivitas online pengguna dengan sekumpulan data tambahan yang sebelumnya telah dikumpulkan oleh aplikasi lain seperti informasi demografs dan nomor telepon.

Tujuan akhirnya adalah iklan yang ditampilkan pada smartphone pengguna sesuai dengan karakter penggunannya bahkan bisa secara spesifik.

Contohnya Seorang ibu yang diketahui memiliki anak kecil dari rangkaian data yang tersedia, akan ditampilkan iklan-iklan mainan yang dijual oleh toko di kota tempat tinggalnya.

Baca juga: Masa Depan WhatsApp: Tumbang atau Berlanjut?

Akhir-akhir ini kebijakan Apple membuat konflik dengan Facebook yang mempunyai bisnis iklan yang bergantung dari pengumpulan data pengguna.

Kebijakan tesebut mengenai rencana Apple yang mengharuskan aplikasi meminta izin terlebih dahulu sebelum mulai mengumpulkan data. 

Menurut Facebook, hal ini bisa mengurangi pendapatan pengiklan hingga 50 persen. Apple awalnya berencana mulai menerapkan fitur untuk meminta izin pelacakan data itu di iOS 14 pada September 2020, tetapi saat ini ditunda penerapannya hingga bulan Maret-Mei mendatang.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *