Masa Depan WhatsApp: Tumbang atau Berlanjut?

Aturan privasi terbaru yang digulirkan WhatsApp telah menimbulkan fenomena ‘hijrah’ besar-besaran para pengguna WhatsApp ke aplikasi rivalnya, seperti Signal dan Telegram. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya, apakah fenomena tersebut akan terus berlanjut sehingga WhatsApp akan meredup?

Baca Juga: Awas! Ini Risiko Pindah Chat History WhatsApp ke Telegram

Menariknya, terdapat ramalan bahwa tidak akan ada yang berubah, atau hanya sedikit saja perubahan yang terjadi pada WhatsApp. Pengguna aktif WhatsApp yang kini mencapai 2 miliar dinilai sulit digoyahkan oleh situasi yang terjadi saat ini. 

Meskipun langkah yang diambil WhatsApp dengan menunda aturan privasi baru dan meyakinkan para penggunanya bahwa privasi mereka tak akan terganggu memang terkesan panik, pengguna WhatsApp diperkirakan akan tetap banyak.

“Seberapa besar dampaknya bagi Facebook? Sangat kecil. Orang-orang menghabiskan waktu di WhatsApp sama banyaknya dibandingkan sebelum aturan baru itu diumumkan,” demikian pendapat dari perusahaan analitik Apptopia, sebagaimana dilansir dari Bloomberg, Senin (1/2).

Fenomena serupa pernah terjadi sebelumnya. Terkadang, Facebook dan anak-anak perusahaanya, yakni WhatsApp, Instagram ataupun Messenger kerap mengumumkan aturan baru. Pada awalnya, hal tersebut akan menimbulkan kemarahan di antara para user, tetapi hanya berlangsung sesaat dan para pengguna kembali menggunakan layanan tersebut.

Aturan privasi baru WhatsApp yang menimbulkan kontroversi memang membuat jumlah pengguna Signal dan Telegram melonjak tajam. Di beberapa negara, posisi WhatsApp sampai terguling. Namun, hal tersebut tidak serta-merta membuat para pengguna turut menghapus aplikasi WhatsApp.

“Bahkan meski makin banyak orang mengunduh layanan rival, hanya ada sedikit bukti bahwa mereka menjadi lebih sedikit menggunakan WhatsApp sebagai konsekuensinya. Basis usernya sedemikian besar sehingga orang harus tetap berada di platform itu jika ingin tetap berkomunikasi dengan kontak spesifik,” lanjut Bloomberg.

Baca Juga: Spotify Bakal Punya Fitur Pendeteksi Mood

Dulu, ketika skandal kebocoran data Cambridge Analytica membuat gempar, banyak ajakan untuk menghapus Facebook. Namun, hingga kini Facebook masih mengukuhkan posisinya sebagai jejaring sosial terbesar di dunia. Sebab itulah, WhatsApp diprediksi akan memiliki nasib baik yang sama. 

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *