Label Privasi pada Aplikasi App Store Ternyata Tidak Akurat

Foto: Lifewire

Teknologi.id – Apple diketahui semakin memperketat kebijakan privasinya. Hal ini terbukti dengan aturan baru untuk aplikasi baru yang dikirimkan ke App Store dan aplikasi yang mengirimkan pembaruan. Aturan ini menyatakan bahwa aplikasi sekarang harus menyertakan label privasi.

Dilansir dari Ubergizmo, pada hari Selasa (2/2), label privasi ini pada dasarnya berfungsi agar aplikasi dapat secara transparan menyatakan jenis data apa yang dikumpulkan dan jenis pelacakan aktivitas apa yang mungkin dilakukan.

Apple mengeluarkan aturan baru ini karena ingin aplikasi menjadi lebih transparan dan memberi pengguna pilihan untuk menghindari aplikasi yang menurut mereka agak mengganggu privasi mereka.

Aturan ini mungkin dapat menjadi angin segar bagi pengguna yang selama ini merasa privasi mereka terganggu. Namun ternyata, dalam proses implementasinya, Apple masih saja “kecolongan” karena meloloskan aplikasi yang tidak mengikuti aturan tersebut.

Sebuah laporan dari The Washington Post telah mengungkapkan bahwa ada cukup banyak aplikasi yang meskipun memiliki label privasi, aplikasi tersebut sebenarnya tidak mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Apple. Laporan tersebut mengutip sebuah aplikasi bernama Satisfying Slime Simulator, sebuah aplikasi penghilang stress. Aplikasi tersebut mengklaim bahwa tidak akan membagikan data pengguna dengan Facebook. Namun, hasil penyelidikan mengungkapkan hal sebaliknya. Aplikasi tersebut ternyata masih membagikan data pengguna dengan Facebook.

Baca juga: Elon Musk Buat Monyet Bisa Main Game, Gimana Caranya?

Hal ini dapat terjadi karena masalah label privasi tersebut diajukan dan dilaporkan sendiri oleh pengembang. Jadi, keputusan berada di tangan pengembang apakah mau jujur atau tidak terkait label privasi ini.

Meskipun Apple mengklaim telah melakukan audit, namun tetap ada saja aplikasi di App Store yang melanggar aturan tersebut. Hal ini tentu menjadikan label privasi menjadi sebuah label yang menyesatkan karena tidak sesuai dengan kenyataannya.

Apple memang memperingatkan bahwa aplikasi yang tidak mematuhi dapat dihapus dari App Store. Meskipun begitu, pengguna harus lebih selektif dalam mengunduh sebuah aplikasi. Hal ini disebabkan karena hanya Apple yang mengetahui kapan aplikasi yang tidak mematuhi peraturan tersebut akan dihapus. Namun, mengingat masih banyak aplikasi sejenis, Apple tampaknya masih perlu meluangkan waktu lebih untuk merealisasikan peringatan tersebut.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *