Dapatkah Mesin Waktu Diciptakan?

Foto: New York Post

Teknologi.id – Mesin
waktu merupakan sebuah teori yang saat ini masih banyak diteliti oleh para
ilmuwan. Teori perjalanan waktu atau time travel banyak sekali dibahas
yang pada awal mulanya dipelopori oleh Albert Einstein, seorang fisikawan
terkenal dunia. Teori relativitas khusus
Einstein menyatakan bahwa waktu dapat melambat tergantung dari seberapa cepat
seseorang atau benda bergerak.

Misalnya dalam sebuah kecepatan cahaya. Orang atau benda yang
berada di antariksa secara teoritis akan bertambah usianya lebih lambat
dibandingkan dengan hal lain yang berada di bumi.

Lalu, dalam teori relativitas umum Einstein tersebut,
gravitasi juga dapat mempengaruhi sebuah masa waktu.

Teori tersebut dapat dibuktikan oleh teknologi satelit GPS. (Global
Positioning System
). Dilansir dari Live Science, efek dari gravitasi dan
juga kecepatan satelit yang meningkat di atas dan di bawah bumi membuat waktu
di atas bumi bergerak 38 mikrodetik lebih lambat.

Baca juga: Spotify Bakal Punya Fitur Pendeteksi Mood

Tak hanya itu, terdapat sebuah percobaan lain dengan
menggunakan dua buah jam yang diatur ke dalam waktu yang sama. Satu buah jam
tetap berada di bumi, sedangkan jam yang satunya terbang dengan pesawat yang
bergerak ke arah yang sama dengan perputaran bumi.

Hasilnya adalah, jam yang berada di pesawat
bergerak menunjukan waktu yang sedikit lebih lambat dibandingkan dengan jam
yang berada di darat. Percobaan tersebut dilakukan oleh para ilmuwan untuk
mencoba membuktikan teori perjalanan waktu.

Seorang
ahli astronomi bernama Frank Tipler, membuat sebuah mekanisme yang bernama
Tipler Cylinder. Mesin tersebut berfungsi sebagai wadah bagi sebuah material
yang memiliki 10 kali massa matahari. Lalu, material yang disimpan itu akan
diputarkan dengan kecepatan tinggi, hingga miliaran putaran per menitnya untuk
dapat menciptakan sebuah pusaran waktu.

Fisikawan
terkenal Stephen Hawking, pernah mengatakan bahwa sebuah lubang hitam dapat
memperlambat waktu lebih dari hal lain di alam semesta.

Baca juga: 5 Cara Nonton YouTube Dapat Uang Terbaru 2021, Easy Money!

“Pesawat
antariksa dan krunya akan berjalan melalui waktu. Bayangkan mereka mengitari
lubang hitam selama 5 tahun. Maka 10 tahun akan berlalu di tempat lain. Ketika
pulang, semua orang dan hal lain di Bumi lebih tua 5 tahun dibandingkan
mereka,” jelas Hawking.

Profesor Biological Anthropology
Montana Technological University, Michael Masters berpandangan bahwa
perkembangan pada sains, teknologi, dan engineering membuat manusia dari
masa depan bisa mengembangkan mesin untuk kembali ke masa lalu.

Lantas, kembali ke pertanyaan
awal, dapatkah sebuah mesin waktu diciptakan?

“Meski perjalanan waktu
tampaknya tidak mungkin, terutama dalam soal apakah manusia bisa bertahan jika
melakukannya dengan fisika yang kita pakai sekarang, bidang ini (perjalanan
waktu) akan terus berkembang. Kemajuan pada teori kuantum mungkin akan
menyediakan beberapa pemahaman (nantinya),” tulis Elizabeth Howell.

Jadi untuk saat ini, cukup nikmati
sebuah perjalanan waktu dalam film-film saja ya.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *