Deretan Kasus Skema Ponzi Mirip Vtube yang Sempat Viral

Foto: Dzul Cyber

Teknologi.id – Aplikasi Vtube banyak
menuai kritik terkait skema bisnis aplikasi tersebut yang tergolong sebagai
skema ponzi. Walaupun masih terdapat simpatisan dari Vtube yang membela
eksistensi dari aplikasi tersebut, namun hal tersebut tetap tidak dapat menghilangkan
fakta bahwa aplikasi Vtube menggunakan skema ponzi dalam bisnisnya.

Vtube, aplikasi milik PT Future View yang
mengklaim dapat menghasilkan uang dari menonton iklan telah dinyatakan sebagai bisnis
investasi ilegal oleh Satgas Waspada Investasi.

Foto: Akurat.co

Meskipun pihak Vtube membantah
tuduhan tersebut dan mengatakan sedang dalam proses mengurus izin, namun publik
sudah terlanjur menaruh curiga kepada aplikasi Vtube. Hal tersebut tidaklah
mengherankan mengingat terdapat beberapa kasus investasi bodong skema ponzi
lainnya yang sempat viral di dunia.

Baca juga: Bill Gates Buka Suara Terkait Namanya Dalam Teori Konspirasi

Berikut deretan kasus investasi
bodong skema ponzi yang pernah menunjukan eksistensinya:

1. Kasus Ad Packs

Securities and Exchange Commission (SEC) mengungkap kasus skema ponzi
dengan modus mendapatkan uang dengan menonton iklan online di Amerika
pada 7 November 2017 silam.

Diketahui pelaku dari kasus tersebut
adalah Fort Marketing Group yang berlokasi di Florida. SEC menjelaskan jika
perusahaan tersebut menjalankan tiga bisnis yakni Fort Ad Pays, The Business
Shop
, dan MLM Shop. Member dari bisnis tersebut ditawarkan akan
mendapatkan profit dengan membeli paket iklan dan mengklik empat banner iklan
setiap harinya.

Bisnis ini menggunakan skema ponzi di
mana uang yang diputarkan merupakan uang dari member baru. Akhirnya aparat hukum
mengambil tindakan tegas dan pemilik perusahaan Pedro Fort Berbel harus berurusan
dengan hukum.

2. AdSurfDaily

Department of Justice (DOJ) Amerika Serikat membekuk AdSurfDaily
pada tahun 2012 silam terkait klaim mereka yang menjanjikan pemasukan besar
untuk para pengguna dengan mengklik iklan. DOJ memberikan tindakan tegas berupa
penyitaan aset dari AdSurfDaily, dan memenjarakan pendiri perusahaan tersebut
yakni Thomas A Bowdoin.

Uang sebesar $US 55 juta atau sekitar
Rp. 776 miliar berhasil dikembalikan kepada para korban penipuan bisnis
AdSurfDaily tersebut.

3. Skema Ponzi Bitcoin di India

Sebanyak 5.000 orang telah menjadi
korban penipuan investasi yang dilakukan oleh dua orang asal India. Pelaku menawarkan
investasi uang dalam bentuk bitcoin dan melarikan diri setelah membawa
uang tersebut. Masalah tersebut terungkap setelah beberapa investor mengajukan
pengaduan. Polisi Cyber Crime Cell of Delhi langsung beraksi dengan meringkus
dua orang tersebut, yakni Deepak Jangra dan Deepak Malhotra.

Pada proses interogasi, Jangra mengatakan
telah mendirikan perusahaan tersebut di Netaji Subhash Place Delhi pada Desember
2016 lalu. Ia menyelenggarakan pertemuan dan pesta di berbagai hotel bintang
lima untuk berinteraksi dan menarik investor ke skema tersebut.

Dalam interogasi tersebut Jangra juga
mengatakan jika ia mendapat ide penipuan tersebut dari situs GainBitcoin, yang
diduga juga menipu 8.000 investor di Maharashtra. Skema ini menjanjikan
pengembalian bulanan sebesar 10% selama 18 bulan.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *