‘Mecapan’ Aplikasi Kekinian oleh Anak Muda Indonesia

Foto : Liputan6

Apa Itu Mecapan?

Merawat diri adalah kebutuhan setiap
orang terlebih untuk para perempuan. Namun seringkali cukup menyita
waktu karena harus mencari layanan perawatan kecantikan yang tepat dan
sesuai keinginan.
Bukan begitu?

But anyway, sekarang kamu gak perlu khawatir karena sudah hadir aplikasi layanan perawatan kecantikan bertajuk Mecapan.
Mecapan adalah perangkat lunak mobile yang berfungsi sebagai end-to-end management untuk jasa kecantikan di Asia Tenggara.

Aplikasi yang siap membantu kamu untuk mendapatkan jasa perawatan kecantikan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

 
Mecapan, Mengimbangi Supply & Demand di Bidang Kecantikan
Ide kreatif lahirnya startup
bidang jasa kecantikan ini, adalah karya tiga anak muda Indonesia yaitu
Naula Kamila (22), Syifa Alsakina (22) dan Galih Taufiqurrahman (22).

Mulanya, Mecapan adalah project lomba business plan yang saat itu disampaikan oleh Naula selaku CEO Mecapan di tahun 2017.
Naula menilai, kurang-nya efisiensi pada bidang kecantikan, padahal Indonesia adalah negara dengan demand kecantikan yang tinggi jika disandingkan dengan beberapa negara di Asia Tenggara.

Berangkat dari hal itu, sang CEO berpikir untuk menciptakan supply yang luar biasa supaya dapat mengimbangi demand yang ada.

“…supply yang ada di Indonesia
masih perlu dikembangkan, baik dari segi skill ataupun dari segi
digitalisasi agar para penyedia jasa bisa mengolah data sehingga mereka
dapat meng-improve bisnis mereka dengan tepat,”.

[Baca Juga: Founder and Money: Kisah Inspiratif Angelina Donna (MoneySmart.id)]
 

Naula juga menilai, banyak orang yang terkendala untuk mendapatkan penyedia jasa kecantikan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.
Dari situlah, Naula menemukan partner
untuk merealisasikan peluang ini, dimulai dari riset, validasi untuk
mengetahui kebutuhan penyedia jasa dan konsumen yang menjadi dasar
pembuatan Aplikasi Mecapan. 

Sebelum berdiri resmi sebagai sebuah
bisnis, Naula dan kawan-kawan sudah melakukan riset kepada sekitar 100
penyedia jasa perawatan kecantikan untuk mengetahui permasalahan yang
dialami di lapangan.
Sebagian besar cenderung pada aspek pengembangan bisnis dan networking.

Menariknya, meskipun saat itu Mecapan belum launching secara resmi tapi sudah mempunyai 450 partner. Keren, kan
 

Mecapan, Bawa Angin Segar untuk Bisnis Kecantikan

Setelah melakukan serangkai-an riset,
akhirnya Mecapan resmi diluncurkan pada 21 April 2018 bertepatan dengan
peringatan hari Kartini.

Mecapan memungkinkan pengguna terdaftar (Customer) untuk menemukan penyedia jasa kecantikan (Beauty Provider) yang paling sesuai dengan kebutuhannya, di antara Beauty Provider yang merupakan rekan kerja dari PT Mecapan Kreasi Indonesia.

Mecapan memungkinkan Customer dan Beauty Provider untuk membuat transaksi secara langsung dengan menentukan waktu, tempat, dan jenis jasa sesuai dengan kebutuhan customer dan ketersediaan jadwal Beauty Provider.

Saat ini Mecapan telah memiliki partner sekitar 2400 penyedia jasa kecantikan mulai dari salon, klinik, spa, make up artist, dan stylish.
Beruntungnya, Naula dan kawan-kawan
mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak untuk Mecapan yang
membawa angin segar pada bidang kecantikan khususnya di Indonesia.

[Baca Juga: Raup 55 Triliun & Berguna Bagi Sesama, Ini Kisah Sukses Elang Gumilang]
 

Dukungan tersebut di antaranya datang dari Ibu Noni Purnomo (Blue Bird), Ibu Anne Patricia Sutanto (PT Pan Brothers), Ibu Amelia Handoko (ERHA), Ibu Shinta Kamdani (Sintesa Group), dan beberapa pihak lain juga berkecimpung di dunia kecantikan.

Mecapan pun telah memiliki beberapa
cabang di Jabodetabek dan Bandung. Harapannya di tahun-tahun selanjutnya
dapat ekspansi ke lebih banyak lagi kota-kota besar di Indonesia.

Meskipun telah memiliki banyak partner, Mecapan tetap membuka pintu seluas-luasnya untuk siapa pun yang ingin bekerja sama.
Kamu bisa mengakses informasinya di Official Website Mecapan www.mecapan.com.

Oh iya, bagi yang belum tahu, aplikasi Mecapan ini tidak mengenakan biaya apa pun terhadap customer.

[Baca Juga: Kisah Sukses Gofar Hilman dari Anak Jalanan Hingga Pengusaha Sukses]
 

Nah, jika berminat untuk melakukan pemesanan jasa perawatan kecantikan di aplikasi Mecapan, caranya gampang kok. Ikuti step by step berikut ini:

Pastikan kamu sudah download aplikasi Mecapan.
Lakukan registrasi dengan nomor handphone dan pilih jenis/kategori layanan kecantikan yang kamu butuh-kan.

Pilih Beauty Provider yang dinilai cocok (berdasarkan lokasi, harga, ataupun rating dan review). Setelah itu jangan lupa memilih jenis treatment.

Lalu, pilih tanggal dan waktu sesuai dengan ketersediaan. Jangan lupa setelah itu konfirmasi pesanan kamu.

Selesai deh, kamu tinggal menunggu pesanan diterima oleh Beauty Provider dari Mecapan.

 
Oh iya, untuk pembayarannya semua dilakukan langsung kepada para merchant dari Mecapan.

Sementara untuk freelancer/Home Service, Down Payment dan Transport Cost dapat dikomunikasikan langsung dengan merchant dari Mecapan.
Jika diperlukan pembayaran di awal melalui transfer bank atau sejenisnya.

Praktis dan tidak menyita waktu, bukan?

 

Tips Mengatur Keuangan ala Mecapan

Membangun sebuah bisnis, fokus yang
diberikan tidak cukup pada ide pengembangannya saja. Namun dari segi
finansial pun harus diperhatikan apalagi bisnis tersebut belum lama
berjalan, seperti Mecapan.

Hal ini pun disetujui oleh sang CEO Mecapan, Naula, bahwa menurutnya founder sebuah bisnis dituntut untuk bisa mengatur keuangan.

Mulai dari keuangan pribadinya supaya kelak tidak terjadi masalah keuangan baik keuangan pribadi atau keuangan bisnis.

 
Mengatur Keuangan Pribadi
Nah Sobat Finansialku, dalam kesempatan ini Naula membagikan beberapa tips dalam mengatur keuangannya pribadinya.

Simak ya guys…
 

#1 Membuat Pengelompokan atau Anggaran Keuangan
Cara yang dilakukan Naula agar tidak over budget (boros) adalah memisahkan uang dari awal atau membuat anggaran keuangan.
Tujuannya supaya bisa memilah antara uang yang harus disimpan, dan uang yang bisa digunakan.
 

#2 Selalu Mencatat
Naula selalu mengusahakan untuk mencatat setiap pengeluaran sehingga lebih mudah mengevaluasi keuangan.
“Tujuannya biar kita tahu pos keuangan mana yang over budget dan pos keuangna mana yang hemat,”.

Naula sempat merasa pengeluarannya cukup besar dari pos makanan dan transportasi, berdasarkan catatan keuangan yang dibuatnya.
Dari situlah sedikit demi sedikit Naula menghemat pos keuangan yang over budget.

Soal catat mencatat, gak perlu ribet lagi. Kamu bisa dengan mudah melakukan pencatatan keuangan menggunakan Aplikasi Finansialku.

[Baca Juga: Founder & Money: KUMPUL Coworking Space, Tempat Berinovasi dan Bertumbuh]

 
Melalui aplikasi ini, kamu bisa menyusun anggaran keuangan setiap bulannya, mencatat detail pengeluaran, sampai mengecek kesehatan finansialmu juga lho.
Nah, kalo ternyata kondisi finansialmu kurang baik, kamu pun bisa berkonsultasi dengan para financial planner di Finansialku.
Yuk download sekarang juga aplikasinya di sini. 

Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

 

#3 Bersedekah
Tips berikutnya adalah jangan pernah
lupa bersedekah. Bagi Naula, setiap rezeki yang ia terima di sana ada
porsi atau hak untuk orang lain.
Sementara untuk investasi, mengingat latar belakang orang tua berkecimpung di dunia real estate, Naula pun turut menginvestasikan uangnya ke sektor properti seperti beli rumah, tanah, dan lain sebagainya.
 

#4 CMO Macepan
Berbeda dengan Naula, Syifa selaku CMO Mecapan juga memberikan pengalamannya dalam mengatur keuangan pribadi.
Apalagi dirinya sangat gemar travelling.

“…dimulai dari merencanakan dan mengatur sedemikian rupa pos-pos keuangan agar rencana traveling bisa terwujud”.

Dalam prosesnya Syifa membagi uangnya ke beberapa rekening, seperti untuk saving dana darurat, kebutuhan pribadi, dan travelling sehingga tidak ‘bablas’ di satu rekening saja.
Soal investasi, Syifa lebih memilih fokus ke perhiasan emas dengan alasan investasi emas lebih mudah jual belinya.

Selain itu Syifa juga menginvestasikan
sebagian uangnya untuk dijadikan modal adik-adik dan sepupunya memulai
usaha. Idenya menarik juga ya?
 
Tentang Keuangan Bisnis
Sisi finansial dalam sebuah bisnis termasuk hal yang penting.

Naula menyarankan, jangan pernah
mencampur keuangan bisnis dan keuangan pribadi karena itu akan menjadi
masalah di kemudian hari. Ini juga yang dilakukan Naula bersama
kawan-kawan dalam menggawangi Mecapan.

Naula mengingatkan, untuk perhatikan sistem perpajakan dari bisnis yang dijalankan.

Jika memungkinkan, para entrepreneur disarankan untuk merekrut orang berpengalaman di bidang finance sejak awal bisnis berjalan.
Sehingga semua aspek keuangan perusahaan bisa transparan. Tips lainnya untuk mengatur keuangan bisnis.

Selalu mengatur budget agar sesuai dengan run away.

“…banyak perusahaan yang terlalu
sering over budget sehingga run away nya terpotong dratis, dan itu
sangat berbahaya, karena bagi suatu bisnis khususnya bisnis startup run
away itu adalah nafas bisnis tersebut,”.

 

Jadi Entrepreneur di Usia Muda, Why Not?
Usia bukanlah penghalang untuk berkarya dan menciptakan pencapaian baru dalam hidup, salah satunya menjadi entrepreneur seperti Naula.
Menurutnya hal paling utama yang diperlukan oleh para calon entrepreneur adalah mental dan komitmen.

“Sesulit apa pun masalah yang terjadi, kalian harus komit untuk menyelesaikan permasalahan bisnis yang kalian jalani”

Selain kedua hal tersebut, para entrepreneur harus peka melihat kebiasaan orang-orang di sekitarnya.
Memperhatikan kebutuhan pasar seperti apa, karena dari hal tersebut entrepreneur bisa menemukan berbagai peluang untuk merintis maupun mengembangkan bisnisnya.   

So, siapkah kamu menjadi entrepreneur di usia muda seperti Naula dan kawan-kawan? Yuk, saatnya generasi muda ciptakan perubahan lebih baik untuk Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *