Mahasiswa Jadi Freelancer ? Yuk, Atur Keuangan dengan Baik

Foto : The Seattle Times

Kuliah Sambil Bekerja

Zaman now banyak banget mahasiswa yang ingin mandiri dan mendapatkan penghasilan lebih dari uang jajan yang diberikan oleh orang tua. Anda bisa mencari pekerjaan sampingan sesuai dengan hobi yang bisa diasah menjadi kerja sampingan.

Misalkan Anda sangat menyukai menulis, maka Anda bisa menjadi seorang writer artikel atau membuat novel dan bisa juga bekerja menjadi seorang freelancer di sebuah perusahaan.
Permasalahan mahasiswa yang bekerja sampingan adalah mengatur keuangan mereka.

Banyak mahasiswa yang masih memiliki sifat boros karena kaum muda sekarang sangat menyukai hedon dan bahkan tidak terkontrol sehingga hasil kerja sampingan serasa gak ada hasilnya.

 

Memiliki Habit Keuangan yang Baik
Seringkali mahasiswa belum memiliki habit yang baik dalam mengatur keuangan. Gimana sih sebenarnya cara memiliki habit keuangan yang baik?
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memahami atau mengenal gimana sih
kondisi keuangan kita.

Apalagi buat Anda seorang mahasiswa yang mungkin
masih dikasih uang jajan oleh orang tua dan masih bekerja sebagai freelance.
Langkah kedua adalah miliki mindset mandiri yang berarti jika uang habis, Anda tidak akan bisa minta kepada orang tua.

Masalah selain dari habit keuangan yang tidak jelas adalah sifat boros. Kenapa harus diubah? Ya jelas karena untuk keuangan masa depan Anda. Kalau hedon terus ga jelas dong masa depan kalian bakal gimana.

[Baca Juga: Langkah Awal untuk Mengatur Keuangan bagi Mahasiswa Kedokteran]
 

Nah, oleh karena itu, berikut ini cara mengatur keuangan untuk mahasiswa yang bekerja sebagai freelancer yang bisa Anda lakukan.
 

#1 Pisahkan Uang Tabungan

Cara mengatur keuangan untuk mahasiswa yang bekerja sebagai freelancer yang pertama adalah pisahkan uang tabungan.
Pada saat awal mendapatkan uang jajan atau pendapatan, Anda perlu langsung memisahkan uang untuk ditabung.

Persentase yang pas untuk menabung
atau berinvestasi adalah 20% dari total penghasilan. Tapi, jika Anda
bisa mengeluarkan lebih dari itu, justru lebih baik.
Berikut ini adalah tips untuk menabung:

Gunakan cara sederhana, yakni menabung dengan toples.

Menabung dalam wadah di rumah adalah
cara yang sudah turun-temurun dilakukan masyarakat Indonesia. Meski
tampak sepele, cara ini cukup efektif dilakukan.

Membuat tantangan untuk diri sendiri.

Tantangan sederhana akan membuat Anda semangat menabung. Anda bisa membuat tantangan harian, mingguan, hingga bulanan.
Untuk tantangan harian, misalnya, Anda
harus menyisihkan Rp 10.000.

Kemudian, Anda harus menyisihkan Rp 50.000
tiap minggu untuk tabungan. Dan di akhir bulan, kamu harus menyisihkan
Rp 100.000.

Tidak membawa kartu debit atau kredit setiap waktu.

Tidak bisa dipungkiri, penggunaan
kartu dalam kehidupan membuat banyak orang menjadi konsumtif. Maka,
dengan membawa uang sekadarnya dan meninggalkan kartu-kartu di rumah,
Anda akan lebih hemat sehingga memiliki uang untuk ditabung.

Buat tagihan untuk diri sendiri.

Membuat semacam tagihan bisa membuat
Anda sadar pentingnya tabungan.

Anda bisa menemukan fitur semacam ini di  Finansialku pada menu beli barang.
Buatlah seolah-olah Anda membayar cicilan agar memiliki nominal yang sama setiap bulan untuk disimpan.

Memiliki teman menabung.

Anda pasti juga tahu, kan, jika memiliki rekan dengan habit yang sama itu menyenangkan?

[Baca Juga: Ketahui Cara Belajar Manajemen Keuangan untuk Mahasiswa, Yuk!]
 

Batasi menarik uang.

Membatasi bukan berarti menghentikan, lho.
Anda tetap boleh menggunakan uang untuk hal-hal yang telah dicatat
dalam anggaran keuangan.

Di luar semua itu, sebaiknya kamu mengurungkan
keinginan.

Mengubah kebiasaan.

Jika sebelumnya Anda gemar bertemu seseorang di kafe fancy, kebiasaan tersebut bisa diubah dengan menemui mereka di rumahnya. Selain lebih hemat, Anda juga bisa mengenal keluarganya.
 

Untuk lebih detail mengetahui tips menabung, Anda bisa melihat artikel berikut ini
Mahasiswa Kedokteran, Yuk Mulai Alokasikan Uang Bulanan untuk Menabung dan Investasi!
 

#2 Memiliki Pos Keuangan

Pengeluaran harus dibuat pos-pos
keuangannya, misalkan untuk cicilan Anda bisa membuat rekening khusus
cicilan sedangkan untuk pos tabungan Anda bisa membuat rekening khusus
tabungan.

Dengan adanya pos keuangan Anda tidak
akan kebingungan uang mana saja yang sudah digunakan dan mengurangi
risiko lupa bayar cicilan atau lupa membeli kebutuhan Anda.
 

#3 Mencatat Semua Pengeluaran

Mencatat transaksi keuangan merupakan
aktivitas yang sangat bermanfaat dan pastinya Anda perlu mempunyai
sebuah alat untuk mengontrol keuangan dengan tujuan memastikan anggaran
yang sudah dibuat sesuai dengan aktualnya.

Lebih baik pencatatan keuangan dilakukan secara harian dan berikan tanggal beserta keterangan pengeluaran dan pemasukan Anda.

Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, Anda bisa men-download aplikasi Finansialku.
Di aplikasi Finansialku, Anda bisa
melakukan pencatatan keuangan, perencanaan keuangan dan bahkan bisa
berkonsultasi dengan perencana keuangan dari Finansialku.

Tunggu
apalagi? Yuk, download aplikasinya!
Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

 

#4 Investasi Untuk Menghindari Tabungan Terpakai

Jangan salah lho, mahasiswa bisa kok investasi. Caranya adalah dengan nabung 20 persen dari uang jajan atau dari pendapatan yang Anda dapat.
Pikirkan apa tujuan investasi Anda, tujuan membuat investasi Anda cepat terlaksanakan.

Tetapi sebelum melakukan investasi, perlu dipikirkan apakah Anda sudah memiliki dana darurat? Apa sih dana darurat?
Nah, jadi dana darurat itu
adalah dana yang bisa digunakan ketika Anda dalam kondisi darurat.

Misalkan, kondisi orang tua yang ga bisa kasih uang jajan dan jika Anda
punya uang darurat pastinya bisa dipakai dong.

Berikut adalah artikel lengkap trik mengenai cara menyimpan dana darurat, yuk simak biar kondisi keuangan Anda aman.
Begini Trik Menyimpan Dana Darurat Supaya Keuangan Anda Sehat
 

#5 Pisahkan Rekening Tabungan dan Rekening Operasional

Pemisahan rekening keuangan pribadi
dan operasional akan membantu Anda mengatasi pengeluaran berlebih dan
memudahkan untuk mengecek kondisi keuangan Anda setiap bulan.

Jika memungkinkan, Anda juga dapat
membuat rekening berbeda untuk pajak dan tabungan masa depan. Hal yang
perlu diingat adalah jangan biarkan keuangan dalam setiap akun tercampur
atau tujuan awal Anda untuk mengatur keuangan tidak akan tercapai.

 

#6 Punya Tujuan Keuangan

Menyeimbangkan pengeluaran berarti
tahu prioritas tujuan keuangan Anda. Sebagai mahasiswa, misalkan tujuan
Anda adalah membeli kebutuhan untuk kuliah seperti buku, bahan praktikum
atau hal lainnya.

Prioritas keuangan dapat Anda lihat dari catatan keuangan Anda, habis berapa sih pengeluaran per bulan Anda dan berapa budget untuk hedon.
Membuat anggaran sangat penting, apalagi mahasiswa yang masih senang hedon terkadang suka lupa akan prioritasnya.

[Baca Juga: Komik: Bijak Mengatur Uang Kiriman Orangtua Ala Mahasiswa]
 

Mahasiswa Pandai Mengatur Keuangan? Bisa Donk!
Jika Anda seorang mahasiswa yang sekaligus bekerja sebagai freelancer janganlah khawatir, Anda bisa kok mengubah habit yang buruk dan merubah sifat boros dengan cara mengatur keuangan untuk mahasiswa yang bekerja sebagai freelancer di atas.

Jika Anda bisa mengatur dengan baik, maka kehidupan keuangan Anda akan sehat. Lakukanlah Financial Check Up di aplikasi Finansialku dan Anda bisa langsung konsultasi dengan para ahlinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *