Seberapa Aman Filter FaceApp di TikTok?

Aplikasi filter FaceApp kembali viral. Sebelumnya, aplikasi tersebut merajai media sosial lain, seperti Instagram. Kini, filter tersebut merambah ke TikTok. 

FaceApp ini dapat diunduh secara gratis untuk perangkat iOS maupun Android. Namun, apakah aplikasi ini betul-betul aman untuk diunduh?

Baca Juga: Google Hapus 164 Aplikasi Android Berbahaya, Ada dari RI

Seorang ahli keamanan siber dari ESET, Jake Moore, mengingatkan jika suatu platform gratis biasanya akan meminta sesuatu sebagai gantinya.

“Saat sesuatu itu gratis, Anda harus selalu bertanya pada diri sendiri apa untungnya bagi pemilik aplikasi dan bagaimana mereka menghasilkan uang?” ujar Moore sebagaimana dikutip dari Forbes, Senin (18/1).

Moore mewanti-wanti pengguna untuk membaca persyaratan penggunaan seluruh aplikasi. Menurutnya, terkadang perusahaan memiliki maksud tersembunyi untuk mendapatkan informasi secara massal, seperti melatih algoritma pengenalan wajah atau mempelajari hubungan dengan kontak.

Rowenna Fielding, Head of Individual Rights and Ethics di Protecture, mengatakan jika aplikasi yang menawarkan layanan gratis sebagaimana FaceApp akan melakukan ekstraksi data sekunder. Penggunaan kebijakan tersebut dilakukan di luar dari fungsi aplikasi itu sendiri. 

Penghapusan data di FaceApp juga tidak dapat dilakukan dengan sederhana. The Washington Post, melaporkan jika menghapus aplikasi tidak akan membuat data seperti foto yang dimiliki FaceApp menjadi hilang.

Sebelum terkenal di TikTok, aplikasi asal Rusia ini sudah menimbulkan cukup banyak menimbulkan tanda tanya karena keamanannya dipertanyakan. Yaroslav Goncharov selaku pemilik menegaskan jika aplikasi buatannya tidak membagikan apapun dengan otoritas Rusia.

Baca Juga: AI Bantu Temukan Jutaan Pohon di Gurun Sahara

Ia menambahkan FaceApp punya layanan untuk menghapus data pengguna, jika diminta. Namun, menurutnya proses penghapusan itu sendiri terlalu berbelit-belit.

FaceApp juga memperbarui kebijakan privasinya menjadi jauh lebih ketat pada pertengahan tahun lalu. Menurut Fielding, aturan tersebut cukup solid dan meyakinkan karena dalam aturan tersebut disebutkan jika foto yang diunggah hanya akan digunakan untuk keperluan aplikasi saja. FaceApp memastikan jika tidak akan ada pembagian atau penggunaan kembali foto untuk alasan lain.

“Membaca secara tersirat, tujuan mengembangkan aplikasi kemungkinan untuk melatih algoritma, yang memiliki dampak kecil pada individu yang mengunggah foto mereka,” ungkapnya.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *