Google Hapus 164 Aplikasi Android Berbahaya, Ada dari RI

Foto: The Tech Portal

Teknologi.id – Google secara resmi telah menghapus 164 aplikasi dari toko aplikasi perangkat Android, Play Store. Langkah tegas itu diambil setelah Tim Intelijen dari WhiteOps Safori Threat melaporkan temuan aplikasi berbahaya yang disebut sebagai aplikasi CopyCatz. 

Sejumlah aplikasi berbahaya itu dapat memunculkan iklan mengganggu tanpa izin dari pengguna. Selain itu, aplikasi-aplikasi tersebut juga dapat memperlambat kinerja perangkat bahkan melacak lokasi pengguna. 

Baca juga: Ke Mana Perginya File yang Terhapus dari HP? Ini Jawabannya!

Meskipun 164 aplikasi tersebut telah dihapus, Google meminta agar pengguna Android tetap mengecek kembali aplikasi yang mereka unduh. Hal ini dikarenakan Google tidak dapat menghapus aplikasi ilegal yang telah diunduh ke perangkat pengguna sehingga pengguna harus menghapus sendiri aplikasi ilegal tersebut. 

Dikutip dari laporan keamanan Satori Threat Intelligence, Senin (18/01/2021),164 aplikasi CopyCatz ini telah memiliki 10 juta pengunduh. Aplikasi-aplikasi ini juga sengaja dibuat semirip mungkin dengan aplikasi populer dari pengembang terpercaya. Oleh karena itu, aplikasi ini disebut CopyCatz.

Salah satu aplikasi CopyCatz yang ditemukan oleh tim WhiteOps adalah aplikasi Assistve Touch 2020Aplikasi ini merupakan salinan dari aplikasi resmi Assistive Touch. Aplikasi ini dibuat oleh MojetStudio yang berasal dari Indonesia dan telah diunduh sebanyak 2.693 kali.

Foto: WhiteOps.com


Tidak hanya Assistive Touch 2020, berikut aplikasi CopyCatz lain yang paling banyak diunduh.

  • iSwipe Phone X (5 juta unduhan)
  • Ringtone Maker – MP3 Cutter (1 juta unduhan)
  • DJ Mixer Studio 2018 (1 juta unduhan)
  • AppLock New 2019 (1 juta unduhan)
  • Wifi Speed Test (500.000 unduhan)
  • 3D Photo Edition (50.000 unduhan) 

Untuk list selengkapnya bisa cek di sini.

Baca juga: China Akan Nasionalisasi Perusahaan Jack Ma, Apa Maksudnya?

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Android?

Tim WhiteOps merekomendasikan pengguna Android untuk mengecek kembali aplikasi yang telah diunduh. Pastikan aplikasi yang diunduh bukan merupakan aplikasi CopyCatz. 

Selain itu, pastikan sebelum mengunduh aplikasi, pengguna melihat review dari aplikasi tersebut. Bukan hanya review bintang lima saja namun pengguna juga harus memperhatikan jika ada review bintang di bawah lima dan mencari tau penyebabnya. 

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *