Catatan CIA yang Diklaim Berisi Rahasia UFO Bocor!

 Kehidupan ekstraterestrial yang menyimpan misteri selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk terus dikaji. Baru-baru ini, catatan rahasia milik CIA yang berkaitan dengan aktivitas UFO yang telah dilaporkan pun terungkap ke publik.

Baca Juga: Inggris Sedang Mengembangkan Pesawat Ruang Angkasa Nuklir

Dilansir detikINET, Kamis (14/1), catatan yang rilis tersebut berisi hampir seluruh arsip dokumentasi yang cukup lengkap tentang UFO, yang kini diistilahkan dengan ‘Unidentified Aerial Phenomena’ (UAP). Terdapat ratusan catatan yang sebelumnya bersifat rahasia tersebut berusia lebih dari setengah abad. 

Adalah situs web intelijen The Black Vault, yang memiliki andil besar dalam rilisnya data-data tersebut ke publik. Situs ini telah lama berupaya mencari dan membagikan dokumentasi pemerintah yang tidak diklasifikasikan mengenai UFO sejak pertengahan 1990-an.

Founder The Black Vault, John Greenewald Jr., mengungkapkan jika The Black Vault telah berjuang sejak tahun 1996 agar dapat merilis rekaman UFO ini.

Sayangnya, belum dapat dipastikan apakah keseluruhan arsip yang diklaim sebagai milik CIA ini terverifikasi secara faktual. Masih ada kemungkinan jika pemerintah AS sendiri memiliki catatan rahasia tentang UFO atau UAP yang belum pernah bocor. 

Meskipun demikian, arsip 2.780 halaman yang kini bisa diakses di situs web The Black Vault tersebut tetap saja menarik untuk ditelusuri.

Situs tersebut memuat ratusan catatan dari pertengahan abad ke-20 dan dapat dibaca melalui PDF maupun file ZIP. Namun, tidak semua informasi dapat dibaca dengan mudah. Pada dokumen tersebut banyak detail yang di-edit, dan juga masalah kualitas pemindaian yang menyebabkan pembacaan menjadi kurang jelas.

Baca Juga: Mobil Listrik Renault Twizy Sudah Bisa Dipesan di Indonesia

Istilah UFO yang berarti ‘Benda Terbang Tak Teridentifikasi’ mengisyaratkan bahwa UFO tidak selalu berkaitan dengan alien. Terkadang, fenomena UFO itu sendiri bisa dijelaskan secara ilmiah, sebagaimana dilansir dari Science Alert.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *