Anggap Kembali Memicu Kekerasan, Twitter Tutup Akun Donald Trump

USA-ELECTION/TRUMP

Perseteruan antara Twitter dengan Donald Trump semakin panjang usai raksasa media sosial tersebut menutup akun Presiden Amerika Serikat tersebut. Cuitan Trump yang dianggap berpotensi memicu kerusuhan menjadi pangkalnya.

Sebelumnya Twitter membekukan akun Twitter Trump selama 12 jam pada Rabu (6/1)  lantaran dianggap melanggar aturan tentang kekerasan. Namun kali ini mereka mengambil langkah lebih keras.

“Kami secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan, ” kata Twitter dikutip dari CNN, Sabtu (9/1).

 

Twitter menganggap dua cuitan Trump pada Jumat (8/1) berpotensi memicu kekerasan.  Cuitan pertama berbunyi 75 juta patriot pemilihnya tidak akan diperlakukan tak adil di masa depan.

Sedangkan cuitan keduanya adalah kepastian tak menghadiri pelantikan Joe Biden yang mengalahkannya dalam Pilpres AS 2020 lalu.“Cara pernyataan Presiden dapat dimobilisasi oleh audiens yang berbeda, termasuk untuk menghasut …

Selengkapnya : Anggap Kembali Memicu Kekerasan, Twitter Tutup Akun Donald Trump

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *