Selamat Tinggal, Google Cloud Print!

 Apakah kamu pernah mendengar fitur dari Google yang bernama Google Cloud Print? Atau mungkin kamu adalah pengguna Google Cloud Print?

Sayangnya, dalam hitungan hari, Google akan menutup fitur ini secara permanen.

Informasi ini sebenarnya tidak mengejutkan, mengingat keberadaannya yang kurang terkenal jika dibandingkan aplikasi lainnya, penutupan Google Cloud Print sudah diprediksi sejak 2019 lalu.

Baca juga: Antisipasi Peretasan, Facebook Perbanyak Fitur Keamanan Akun

Bagi kebanyakan orang, penutupan ini artinya mengurangi satu ketidaknyamanan yang muncul ketika Cloud Print masih jadi opsi printing default di komputernya.

Kini, pengguna tidak akan melihat pilihan tersebut ketika mengecek pengaturan pencetakan di aplikasi seperti Google Chrome.

Google meluncurkan Cloud Print pada tahun 2010 sebagai cara untuk mempermudah orang-orang dengan perangkat Chrome OS mencetak dokumen mereka.

Baca juga: Google Assistant Dukung Browsing di Chrome Pakai Suara

Hal ini berlangsung pada saat dukungan printer di Chrome OS kurang bagus. Namun, pada 2017, perusahaan menambahkan opsi printing yang asli tanpa harus lewat Cloud Print.

Kini, pengguna Chrome OS bisa terhubung ke printer apa pun yang kompatibel di jaringannya, tanpa perlu koneksi Cloud.

“Matinya” Cloud Print menambah daftar panjang aplikasi dan fitur yang dihentikan pengembangannya oleh Google. Sebelumnya, Google juga mengumumkan akan menutup sistem operasi rumah pintar berbasis Android miliknya.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *