Tiga Alasan RI Tak Buka Hubungan dengan Israel Meski Dirayu Rp 28 T

USA-TRUMP

Indonesia belum lama ini mendapat tawaran yang sangat menggiurkan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berkomitmen untuk menginvestasikan US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun. Jumlah tersebut dua kali lipat dari komitmen investasi semula yang sebesar US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun melalui lembaga pembiayaan pemerintah AS International Development Finance Corporation (DFC).

Namun syaratnya, Indonesia harus membuka hubungan diplomatik dengan Israel. “Kami sudah berbicara dengan mereka (pemerintah Indonesia). Kalau mereka siap melakukannya, kami dengan senang hati memberikan dukungan keuangan tambahan, ” kata CEO DFC, Adam Boehler, seperti dikutip Bloomberg.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyebutkan tiga alasan yang membuat Indonesia tidak mungkin menerima persyaratan tersebut.

“Pertama, dalam pembukaan konstitusi Indonesia masih tertera kalimat ‘penjajahan di atas dunia harus dihapuskan’, maka sebelum Palestina merdeka tidak mungkin Indonesia membuka hubungan dengan Israel yang menjajah bangsa Palestina, ” ujarnya, Jumat (25/12).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *