WhatsApp Siap Beri Akses Audio dan Video Call di PC

 Meskipun sudah beberapa tahun sejak WhatsApp (WA) menambahkan fitur panggilan video dan audio, platform media sosial terkemuka itu belum menghadirkan fitur tersebut kepada pengguna PC desktop-nya. Namun, baru-baru ini ada sebuah kabar baik karena perusahaan akan segera meluncurkan kedua fitur tersebut ke aplikasi WA desktop.

Baca Juga: Mulai 2021, Ponsel-ponsel Ini Tak Lagi Bisa Pakai WhatsApp

Menurut laporan AndroidAuthority, WABetaInfo mengonfirmasi bahwa fitur panggilan audio dan video WhatsApp saat ini sudah masuk ke aplikasi desktop. Satu-satunya masalah yang timbul saat ini adalah fitur tersebut hanya tersedia melalui peluncuran terbatas. Jadi, sebagian besar pengguna belum menerima pembaruan ini. Bagi pengguna yang telah menerimanya, dapat melihat tombol di header obrolan, yang berada tepat di sebelah ikon pencarian.

Sayangnya, fitur ini masih tetap mengharuskan pengguna untuk menghubungkan aplikasi WA desktop dengan smartphone. Meskipun, panggilan audio dan video ini dihadirkan di PC atau dekstop, apabila aplikasi WA dekstop tersebut tidak terhubung ke smartphone, maka panggilan akan terputus.

Belum dapat dipastikan apakah aplikasi desktop akan mendukung mikrofon atau kamera pihak ketiga.

Seperti yang telah diketahui, fitur panggilan audio dan video WhatsApp untuk PC sudah dikembangkan sejak dua tahun lalu. Perusahaan juga berencana secara bertahap untuk meluncurkan fitur ini kepada penggunanya dalam beberapa pekan ke depan.

WhatsApp disebut secara acak mengaktifkan panggilan untuk pengguna tertentu. Pengguna yang tidak menerima fitur itu diminta bersabar, karena masih dalam proses antrean.

Dalam beberapa bulan terakhir, WhatsApp memang cukup gencar memperbarui aplikasinya. Update terbarunya yaitu Whatsapp Business yang sekarang mendukung sejumlah fitur belanja. 

Setelah kabar ini beredar, raksasa media sosial itu dikabarkan juga tengah berupaya untuk menghadirkan WA desktop sebagai aplikasi mandiri, yang berarti pengguna tidak lagi memerlukan ponsel cerdas untuk dipasangkan dengan aplikasi atau browser. Pembaruan beta lainnya, termasuk penggunaan keamanan biometrik di smartphone untuk mengaktifkan WhatsApp di desktop, juga menjadi concern perusahaan dalam mengembangkan layanan. Jadi, nantikan pembaruan lainnya, ya!

Baca Juga: Orang Amerika Tak Banyak yang Pakai WhatsApp, Kenapa?

(af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *