Tim Keamanan Ungkap Sederet Prediksi Ancaman Siber di 2021

 Menjelang kedatangan 2021, perusahaan keamanan siber, Palo Alto, mengungkapkan prediksi mengenai ancaman-ancaman siber yang akan datang menjelang pergantian tahun. Apa sajakah itu?

Baca Juga: Togo, Afrika Barat Resmi Punya Jaringan 5G Komersial Pertama

Menurut Sean Duca, selaku VP & Regional Chief Security Officer Asia Pacific dan Jepang Palo Alto Network, ketahanan digital di tahun 2020 merupakan ujian besar karena adanya pandemi COVID-19, dikutip dari detikINET, Rabu (2/12). Ujian tersebut juga akan terus berlanjut sampai beberapa tahun ke depan dan dampaknya akan selalu dirasakan orang banyak.

1. Tersebarnya data pribadi lewat traveling

Foto: The Jakarta Post

Prediksi ancaman siber yang pertama ialah tersebarnya data pribadi karena bepergian (traveling). Dalam kondisi pandemi, banyak negara yang mewajibkan contract tracing untuk para wisatawan.

“Negara tertentu akan meminta contact tracing. Artinya banyak data yang harus dibagikan wisatawan ketika mereka memutuskan untuk traveling. Misalnya nama, alamat pribadi, lokasi, riwayat kontak. Ini semua adalah data pribadi,” jelas Duca.

Jika negara tersebut memliki Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), ancaman siber ini tidak menjadi masalah. Namun, ancaman ini tentu akan bermasalah bagi Indonesia yang saat ini masih menunggu UU PDP.

“Perusahaan perlu mengumpulkan data dengan cara yang aman dan memastikan adanya proteksi terhadap data yang dikumpulkan,” tambah Duca.

2. Jaringan 5G

Foto: BBC

Ancaman siber kedua ialah mengenai keamanan jaringan 5G. Saat ini sudah banyak negara yang menggunakan jaringan 5G. Namun, perusahaan perlu berhati-hati agar masalah keamanan siber yang ada di 3G dan 4G ikut terbawa ke 5G.

Apalagi, semakin banyak pengguna yang terhubung dengan jaringan 5G, perusahaan harus siap sedia memasang lapisan keamanan yang lebih ‘tebal’ dan banyak.

“5G bukannya tidak aman. Dari segi kecepatan, 5G lebih baik dari 4G. Namun konektivitas dengan banyak perangkat menjadi pertanyaan tersendiri. Bagaimana keamanannya?” kata Duca.

3. Keamanan data selama WFH

Foto: The Jakarta Post

Ancaman siber ketiga ialah mengenai keamanan data selama work from home (WFH). Banyak perusahaan yang menerapkan WFH selama pandemi COVID-19. Perusahaan tentu harus selalu memutar otak mengenai keamanan pegawai selama bekerja di rumah, terlebih masa karantina yang berkepanjangan.

Perusahaan bisa mengadopsi solusi berbasis cloud, untuk menggantikan perangkat mahal dengan desktop tervisualisasi. Dengan cara ini, pegawai bisa menggunakan perangkat yang lebih sederhana tetapi tetap aman dan bisa mengakses keperluan data yang dibutuhkan selama bekerja.

Perusahaan juga bisa menerapkan kebijakan bring your own computer (BYOC) dengan lebih luas dengan solusi keamanannya yakni secure access service edge (SASE).

Menurut Yudi Arijanto, selaku Director & Systems Engineering Palo Alto Network Indonesia, solusi SASE ini sudah dipakai oleh berbagai perusahaan untuk mengamankan direktur dan eksekutif level C mereka.

4. Keamanan cloud

Foto: Analytics Insight

Ancaman siber terakhir ialah rentannya keamanan cloud akibat perpindahan besar-besaran. Terjadinya perpindahan ini tidak hanya sekedar untuk mendukung keperluan mendasar perusahaan seperti e-mail

Kini sudah banyak kegiatan yang divirtualisasikan di tahun 2021. Hal tersebut mendorong perusahaan untuk meninjau dan menganalisis kembali sistem keamanan cloud yang mereka gunakan.

Tak hanya kontrol keamanan yang menjadi komponen penting dalam mendukung pertahanan cloud, perusahaan juga perlu memperkuat lapisan keamanan mereka, terutama di lingkup pengelolaan identitas dan manajemen akses (IAM) seiring semakin banyaknya skalabilitas penggunaan cloud pada perusahaan.

Baca Juga: Mengapa Perusahaaan Lokal Harus Menggunakan Server Indonesia

Para peneliti Palo Alto Networks Unit 42 mengamati bahwa di tahun ini jika terjadi satu kesalahan konfigurasi IAM akan memberkan kemungkinan penyusup/penyerang siber untuk masuk ke seluruh lingkungan cloud dan menembus hampir semua kontrol keamanan.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *