Respons Negatif Pengusaha Terhadap RUU Larangan Minuman Beralkohol

Minuman Alkohol

Polemik Rancangan Undang-undang Larangan Minuman Beralkohol usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditanggapi negatif oleh pengusaha restoran dan kafe. Mereka mengatakan aturan tersebut akan berdampak pada penurunan omzet.

Hal ini lantaran makanan dan minuman memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan hotel dan restoran. Dampak tersebut diperkirakan akan terjadi terutama di wilayah seperti Bali dan Jakarta.

“Kalau belum clear lebih baik dikaji ulang, dilihat kembali apa tujuannya, ” kata Ketua Bidang Legal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bambang Britono saat dihubungi Katadata.co.id, Jumat (13/11).

 Berdasarkan data PHRI yang dikutip dari Heineken pada tahun 2014, Indonesia merupakan konsumen bir terendah di kawasan Asia Pasifik. Konsumsi bir di Indonesia tercatat 1, 1 liter per kapita atau di bawah Myanmar sebanyak 3 liter bir per kapita.

Sedangkan dari data organisasi kesehatan …

Selengkapnya : Respons Negatif Pengusaha Terhadap RUU Larangan Minuman Beralkohol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *