Mencermati Risiko Shadow Bangking terhadap Stabilitas Sistem Keuangan

Telaah - Bank

Regulator mulai mewaspadai pesatnya perkembangan perusahaan teknologi yang merambah ke sektor keuangan. Otoritas Jasa Keuangan mendeteksi keberadaan transaksi perbankan bayangan atau shadow banking berupa penjualan produk perbankan oleh perusahaan nonbank.

“Ada produk bank yang diberikan oleh nonperbankan. Ini satu hal yang seharusnya tidak dianggap enteng dan disebut dengan shadow banking, ” ujar Ketua OJK dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Kamis (13/11).

Wimboh menjelaskan, perbankan diatur dengan regulasi yang ketat, modal mahal, dan prosedur kehati-hatian yang lengkap sehingga lebih aman. Perbankan juga diawasi oleh regulator secara ketat.

“Kalau perusahaan nonbank atau nonkeuangan, pasti pengawasannya tidak seketat bank atau keuangan. Kalau masih kecil mungkin masih oke, tetapi kalau menjadi besar akan menjadi isu, ” katanya.

OJK mencatat nilai akumulasi penyaluran pinjaman dari fintech peer to peer lending di Indonesia per September 2020 mencapai Rp 128, 70 triliun. Pertumbuhannya melesat 113, 05% secara tahunan. Padahal, kredit perbankan tengah lesu dan hanya tumbuh 0, 12% pada periode …

Selengkapnya : Mencermati Risiko Shadow Bangking terhadap Stabilitas Sistem Keuangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *