Huawei Akan Lepas Honor Seharga Rp212 Triliun

 Huawei berencana melepas Honor Terminal seharga 100 miliar Yuan (Rp212 triliun) kepada konsorsium yang dipimpin oleh distributor ponsel Digital China dan pemerintah kota Shenzhen. Sebelumnya, Huawei dikabarkan akan menjual bisnis ponsel terjangkaunya ini kepada Xiaomi.

Baca Juga: LinkAja Dapat Kucuran Investasi USD100 Juta dari Grab

Penjualan bisnis Honor akan mencakup semua aset, termasuk merek, divisi research and development, dan manajemen supply chain. Paling cepat aksi korporasi ini diumumkan hari Minggu depan, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (11/11).

Rencana penjualan Honor Terminal didorong oleh pembatasan yang diberlakukan Amerika Serikat yang membuat Huawei kesulitan mendapat pasokan komponen atau chipset. Seorang sumber mengatakan, Huawei tidak melihat tanda-tanda akan ada perubahan pandangan pemerintah AS yang menganggap Huawei sebagai risiko keamanan meski telah terpilih presiden baru. Huawei sendiri akan fokus pada ponsel high-end dan bisnis korporat.

Digital China sendiri dulunya adalah distributor utama Honor Terminal. Perusahaan ini akan menjadi salah satu dari dua pemegang saham teratas Honor dengan memegang 15% saham. Digital China rencananya akan menggunakan pembiayaan bank dalam pembelian Honor. Mereka juga akan ditemani oleh tiga bank investasi yang didukung pemerintah kota Shenzhen yang masing-masing akan memiliki saham sebesar 10% hingga 15%.

Honor berencana untuk tetap menjaga tim manajemen dan pegawainya yang berjumlah 7.000 orang serta akan go public dalam waktu tiga tahun. Huawei pertama kali membentuk Honor pada tahun 2013, tapi bisnisnya beroperasi secara terpisah. Dengan divestasi ini, berarti Honor tidak lagi menjadi subjek sanksi yang diterapkan pemerintah AS.

“Ini terlihat sangat drastis terutama karena merek Honor sangat melengkapi portofolio smartphone Huawei. Sinergi yang menarik dengan calon pembeli bisa jadi bisnis IoT Honor, yang bisa melihat potensi kenaikan,” kata Vice President of Mobility Canalys, Nicole Peng sebagaimana dikutip dari detikinet (11/11).

Berdasarkan perkiraan Canalys, ponsel Honor berkontribusi 26% dari total 51,7 juta unit ponsel yang dikapalkan Huawei pada Juli-September tahun ini. Honor juga memproduksi laptop, tablet, TV pintar dan aksesoris pintar lainnya.

Baca Juga: Departemen Kehakiman AS Sita USD 1 miliar Bitcoin

Di Cina, Honor menggunakan saluran penjualan online dan dan lewat peritel pihak ketiga, di mana mereka bersaing dengan Xiaomi, Oppo, dan Vivo pada segmen ponsel terjangkau. Bisnis ponsel mereka juga menjangkau Asia Tenggara dan Eropa.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *