Seorang Remaja Temukan Perangkat AI untuk Pasien Alzheimer

 Lu Yuan, seorang remaja berusia 15 tahun merancang sebuah perangkat yang bisa dikenakan untuk pengidap Alzheimer. Perangkat yang disebut ‘Forget-me-not’ ini awalnya dirancang untuk neneknya, yang tengah mengidap tahap awal penyakit Alzheimer.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Alzheimer merupakan bentuk demensia yang paling umum yang menyumbang 50 hingga 75 persen dari total kasus demensia.

Penemuan Lu dirancang untuk memberikan informasi dasar kepada mereka yang memakainya, sehingga bisa bermanfaat bagi mereka yang menderita Alzheimer.

Perangkat ini dibuat dengan menggunakan printer 3D dan berbentuk seperti kalung, namun dilengkapi dengan sensor AI di salah satu ujung, dan headphone di ujung lainnya.

Baca juga: LG Luncurkan Masker Wajah Berteknologi Tinggi

Foto: CNR

Para pengguna perlu memposisikan sensor menghadap wajah agar perangkat bisa memverifikasi wajah orang yang telah disimpan dan memberi tahu penggunanya siapa yang mereka ajak bicara dan informasi lainnya.

Kalung tersebut sekaligus juga bisa merasakan intensitas sinar ultraviolet untuk mendeteksi apakah penggunanya berada di luar atau di dalam ruangan. Jika berada di luar ruangan selama 20 menit atau lebih, perangkat akan memunculkan alamat rumah dan mengingatkan mereka untuk kembali ke rumah.

Dari awal perancangan hingga desain akhir, Lu menghabiskan waktu sekitar setengah bulan untuk menyelesaikan kreasinya ini, dengan bantuan gurunya, Lin Ying.

Dilansir dari China National Radio (CNR) ia senang melihat produk tersebut karena Lu menggabungkan beberapa teknik dalam mengembangkan perangkat ini dan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk membantu memecahkan masalah ini.

“Saya berharap penemuan ini bisa berfungsi dengan baik, karena pasien Alzheimer membutuhkan teman,” kata Lu. Ia akan melakukan beberapa perbaikan dan akan mengajukan paten agar bisa membantu lebih banyak pasien.

Baca juga: Disney Ciptakan Robot yang Dapat Berinteraksi dengan Manusia

Penemuan Lu dengan cepat menjadi obrolan di media sosial Tiongkok, sampai mendapat perhatian dari Li Xia, seorang direktur medis dari Pusat Kesehatan Mental Shanghai, yang telah mendokumentasikan kehidupan pasien Alzheimer dalam sebuah film dokumenter.

Li berpendapat kreasi ini dapat membantu pasien Alzheimer dengan gangguan memori dan perangkat ini adalah contoh perawatan yang luar biasa.

“Keluarga dan komunitas memainkan peran yang sangat penting dalam membantu orang dengan penyakit Alzheimer. Jika keluarga menemukan beberapa gejala awal, mereka bisa langsung berobat untuk mengurangi gejala tersebut,” kata Li.

Sebuah studi WHO menunjukkan bahwa China menjadi salah satu wadah dimana populasi orang lanjut usia tumbuh dengan cepat. Statistik menunjukkan populasi penderita penyakit Alzheimer mencapai lebih dari 10 juta pada 2019.

(im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *