Twitter hingga Huawei Berharap Perubahan Kebijakan Amerika Lewat Biden

Telaah - Perang Dagang AS-Tiongkok

Sebagian besar petinggi dan pegawai perusahaan teknologi di Amerika Serikat (AS) mendukung Joe Biden ketimbang Donald Trump. Di tengah perhitungan suara pun konflik Trump dengan korporasi media sosial, Twitter, berlanjut karena cuitan klaim kemenangan pemilihan presiden (pilpres).

Twitter menandai cuitan tersebut karena dianggap memberikan informasi yang tidak benar. Sebelumnya, perusahaan beberapa kali memberikan ‘sanksi’ atas unggahan Trump seperti terkait kerusuhan di Minneapolis hingga persoalan hak cipta.

Trump memang memotong pajak perusahaan, yang membantu raksasa teknologi meningkatkan keuntungan. Namun, ada beberapa kebijakan yang ditentang oleh Facebook, Google hingga Twitter.

Pada Mei lalu misalnya, calon presiden petahana itu menandatangani perintah eksekutif (executive order) setelah Twitter melakukan cek fakta atas cuitannya. Trump ingin mengubah pasal atau section 230 pada Undang-undang (UU) Keterbukaan Komunikasi yang mengatur tentang perlindungan …

Selengkapnya : Twitter hingga Huawei Berharap Perubahan Kebijakan Amerika Lewat Biden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *