Alat Karya Udinus Semarang Bisa Deteksi Orang Tanpa Masker

 Di masa pandemi seperti sekarang ini, masih banyak masyarakat yang tidak menuruti protokol kesehatan, terlebih saat bepergian. Melihat permasalahan ini, Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mengembangkan alat deteksi suhu sekaligus mendeteksi orang yang tidak bermasker.

Baca Juga: Diberi Nama Twifia, Bayi Ini Dapat Internet Gratis 18 Tahun

Alat pendeteksi orang tanpa masker ini dirancang oleh mahasiswa dan alumni dari Program Studi S-1 Teknik Elektro, dibimbing oleh Helmy Rahadian selaku tenaga pengajar. Alat ini terbuat dari thermal camera dengan resolusi 8×8 sensorik. Alat tersebut akan berbunyi ketika ada seseorang yang tidak mengenakan masker lewat di depannya dan berbunyi bagi orang yang memiliki suhu tubuh 37 derajat Celsius (atau sesuai pengaturan alat).

“Untuk suhunya bisa diatur, nah kalau tidak pakai masker akan bunyi,” ucap Helmy, selaku perwakilan dari tim pengembangan alat pendeteksi suhu dan masker berbasis jaringan tiruan.

Helmy juga menjelaskan bahwa tak hanya mendeteksi masker, alat tersebut bisa disesuaikan keinginan untuk mendeteksi identitas (siapa saja yang tidak memakai masker) ketika digunakan di lingkungan kampus.

“Bisa custom, misal di Udinus bisa ter-record siapa-siapa saja di gedung ini misal si A tidak pakai masker, suhu tinggi, untuk pelacakan,” katanya.

M. Ary Heryanto, selaku Ketua Program Studi Teknik Elektro Udinus, mengatakan bahwa jika alat tersebut dipasarkan memiliki harga sekitar Rp 7 juta-8 juta. Harga tersebut tentu jauh lebih murah dibandingkan dengan alat lain yang sampai puluhan juta. “Ini di luar monitor Rp 7-8 jutaan, kita pakai PC yang kecil,” ujar Ary.

Baca Juga: Fitur Budget di Play Store Cegah Boros Beli Konten Digital

Untuk saat ini, keberadaan alat baru digunakan pada lingkungan kampus Udinus. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk produksi jika ada yang memesan. Hingga kini, alat tersebut masih terus dikembangkan demi mencakup lebih banyak orang saat mendeteksi pemakaian masker dan suhu tubuhnya.

“Kami siap kalau ada instansi atau manapun yang memerlukan. Ini sudah 98 persen siap produksi,” katanya.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *