5 Game yang Alur dan Ending-nya Tergantung Keputusan Pemain

 Saat ini game sudah berkembang dalam alur
ceritanya. Pemain tidak lagi hanya menjalankan misi dari awal hingga akhir
permainan, tetapi mereka juga dapat menentukan alur cerita berdasarkan
keputusan mereka.

Keputusan-keputusan yang diambil oleh
pemain dapat menghasilkan reaksi berantai. Ini disebut sebagai “Butterfly Effect”,
di mana hal-hal kecil dapat berdampak non-linier terhadap sistem yang kompleks seperti
masa depan.

Game-game ini memiliki beberapa akhir
cerita yang berbeda. Semuanya berdasarkan pilihan keputusan yang diambil para pemain, seperti
pemilihan kalimat dan aksi selama permainan. Maka dari itu keputusan moral dari
pemain sangat lah berdampak selama berlangsungnya permainan.

Berikut ini adalah 5 game yang alur dan ending-nya berdasarkan
keputusan yang diambil oleh sang pemain.

Baca juga : DeepFake Berbahaya Ditemukan pada Telegram

1.    Life
is Strange

Foto: Wallpaper Flare

Life is Strange dikembangkan oleh Dotnod
Entertainment dan diterbitkan oleh Square Enix pada tanggal 29 Januari 2015.
Game ini merupakan game petualangan yang memiliki lima episode. Setiap episodenya
dirilis dalam beberapa bulan, dan episode terakhir dirilis pada tanggal 20
Oktober 2015.

Game ini bisa dimainkan melalui Windows,
PS3, PS4, Xbox One, dan Xbox 360. Kemudian di tahun 2016 bisa melalui Mac serta
Linux. Terakhir di tahun 2017 – 2018 dapat dimainkan melalui iOS dan Android.

Dotnod Entertainment mengatakan kalau Life
is Strange adalah kisah nostalgia masa depan yang menggabungkan masa lalu dan
masa kini. Karakter utamanya adalah Maxine Caulfield atau Max, seorang siswi berumur
18 tahun yang berada di tingkat akhir SMA. Sekolahnya bernama Blackwell Academy
di Arcadia Bay, suatu sekolah khusus di bidang Sains dan Seni.

Max masuk di bidang fotografi dan dia
memiliki kekuatan untuk memutar waktu ketika melihat suatu foto. Setiap
mengundurkan waktu, pemain diberikan beberapa pilihan yang akan berdampak
terhadap masa depan. Penglihatan Max tentang Arcadia Bay hancur karena tornado dapat
dicegah melalui pilihan pemain.

Selain mencoba mengubah masa depan agar
kotanya tidak hancur, Max bersama teman di masa kecilnya, yaitu Chloe Price juga
mencoba mengungkap misteri hilangnya sesama siswi bernama Rachel Amber. Percobaan
mereka dalam menemukan kebenaran ini membuat keduanya terekspos ke sisi gelap Arcadia
Bay.

Life is Strange juga membahas tentang
masalah dunia nyata seperti depresi, bunuh diri, kekerasan dalam rumah tangga, dan
kehilangan orang yang dicintai.

Game ini juga memiliki prekuel yang
menceritakan tentang persahabatan Chloe Price dan Rachel Amber, judulnya adalah
Life is Strange: Before the Storm dengan tiga episode. Di tahun 2018 Dotnod Entertainment
merilis Life is Strange 2 dengan lima episode, tetapi memiliki plot serta
karakter yang berbeda dari kedua game sebelumnya. Kedua game ini alurnya juga
berdasarkan dari pilihan pemain.

2.    The
Walking Dead

Foto: Afictionado Atheneum Wiki

The Walking Dead dikembangkan dan
diterbitkan oleh Telltale Games pada tanggal 24 April 2012. Sama seperti Life
is Strange, The Walking Dead merupakan game petualangan yang memiliki lima
episode. Setiap episodenya dirilis dalam beberapa bulan, dan episode terakhir
dirilis pada tanggal 20 November 2012.

Game ini dapat dimainkan melalui Microsoft
Windows, Mac OS X, PlayStation 3, PlayStation 4, PlayStation Vita, Xbox 360, Xbox
One, Nintendo Switch, iOS, dan Android.

Karakter utamanya adalah Lee Everett, yaitu
penjahat terpidana yang mencoba bertahan hidup dalam zombie apocalypse. Di
awal permainan, dia kabur dari sekumpulan zombie ke rumah Clementine, seorang
gadis kecil berumur 8 tahun. Sepanjang permainan, Lee mengambil peran sebagai
pelindung Clementine.

Berbagai pilihan dapat berpengaruh ke
karakter lainnya, seperti siapa yang hidup dan siapa yang meninggal. Selain itu
The Walking Dead memiliki empat sekuel. Pilihan-pilihan dari season 1, seperti
karakter-karakter yang bertahan hidup dapat berpengaruh pada alur keempat
sekuel tersebut.

3.    The
Wolf Among Us

Foto: Afictionado Atheneum Wiki

The Wolf Among Us berasal dari Telltale
Games, sama seperti The Walking Dead. Game ini dirilis pada tanggal 11 Oktober
2013, dengan lima episode. Setiap episodenya dirilis dalam beberapa bulan, dan
episode terakhir dirilis pada tanggal 8 Juli 2014. Game ini dapat dimainkan
melalui PC/Mac, PlayStation 3, PlayStation 4, PlayStation Vita, Xbox 360, Xbox
One, iOS, dan Android.

Karakter utamanya adalah Bigby Wolf,
seorang manusia serigala yang bekerja sebagai sheriff di Fabletown. Ini
berdasarkan spin-off dari seri komik Fables yang dirilis pada tahun 2002.
Tetapi, The Wolf Among Us berlatar di tahun 1986.

Game ini menceritakan perjalanan Bigby
dalam menyelidiki pembunuhan. Dia ditemani oleh Snow White, yang merupakan sekretaris
wali kota Fabletown yaitu Ichabod Crane. Selama menginvestigasi, pemain akan
melakukan berbagai keputusan yang nantinya akan terdapat konsekuensi. Seperti memilih
untuk membantu karakter lain atau tidak, hal tersebut akan berpengaruh terhadap
alur permainan.

Baca juga : Potterheads Merapat! Informasi Mengenai Game Hogwarts Legacy

4.    Beyond:
Two Souls

Foto: PLAYTECH

Beyond: Two Souls dikembangkan oleh Quantic
Dream dan diterbitkan oleh Sony Computer Entertainment pada tanggal 8 Oktober
2013. Berbeda dengan Life is Strange, The Walking Dead, dan The Wolf Among Us,
Beyond: Two Souls tidak dibagi menjadi beberapa episode. Game ini dapat dimainkan
melalui PlayStation 3, Playstation 4, dan Microsoft Windows.

Latar Beyond: Two Souls adalah Amerika
kontemporer, dengan karakter utamanya bernama Jodie Holmes, seorang wanita yang
secara psikis terikat pada entitas hantu bernama Aiden. Aiden merupakan
kembaran Jodie yang meninggal saat proses melahirkan karena tercekik oleh tali
pusar, tetapi jiwanya tertambat pada Jodie.

Game ini mengikuti Jodie dari kecil hingga
dewasa, tetapi alurnya maju-mundur sehingga satu saat bisa saat Jodie remaja,
kemudian berubah ke masa Jodie kecil. Setiap segmen menceritakan hubungan
antara Jodie dengan Aiden di situasi tertentu. Walaupun wujud Aiden tidak
terlihat, tapi dia selalu membantu Jodie seperti menggerakkan objek dan membuat
perisai tak terlihat di sekeliling saudarinya.

Pemain memiliki peran penting dalam
hubungan keduanya. Selain hubungan keduanya, pilihan pemain dapat berpengaruh
untuk alur cerita, terutama saat Jodie sudah dewasa. Dampak dari seluruh pilihan
tersebut, hasilnya akan terlihat di akhir cerita melalui satu dari 10
alternatif akhir cerita.

5.    Detroit:
Become Human

Foto: Amazon

Detroit: Become Human sama seperti Beyond:
Two Souls, dikembangkan oleh Quantic Dream dan diterbitkan oleh Sony Computer
Entertainment, dirilis pada tanggal 25 Mei 2018. Game ini hanya dapat dimainkan
melalui Playstation 4 dan Microsoft Windows.

Latar Detroit: Become Human berada di
Detroit pada tahun 2038. Terdapat tiga karakter yang bisa dimainkan, yaitu Kara,
Connor, dan Markus. Pada masa ini, kota Detroit telah direvitalisasi dengan android
ke dalam kehidupan sehari-hari. Kara, Connor, dan Markus adalah android yang
masing-masing memiliki kemampuan, motivasi, dan perspektif akan diri mereka
sendiri serta nilai-nilai yang ditanamkan di dalam mereka.

Pada game ini, para android mulai bisa
berpikir secara sendiri, merasakan emosi, dan berperilaku seolah-olah mereka
adalah makhluk hidup seperti manusia. Pemain akan mengikuti perjalanan ketiga
android ini, di mana setiap pilihan yang harus diambil akan berakibat ke
‘penyebab’ utama masing-masing karakter. ‘Penyebab’ utama tersebut dapat
didefinisikan dengan berbagai cara, tergantung pada nilai-nilai pemain.

Plot dari Detroit: Become Human berkaitan
dengan berbagai tema dewasa yang mengeksplorasi dasar moral dan setiap keputusan
yang pemain ambil. Keputusan tersebut memengaruhi apa yang akan terjadi selama
alur permainan dan akhir cerita.

Baca juga : Kronologi Seluruh Seri Game Assassin’s Creed

(mm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *